Terjangan Angin Robohkan Genta Raksasa di Munggu
Bangunan ornamen genta berwarna emas ini dimiliki oleh Jro Mangku Gede Dalem Sakenan.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: I Putu Darmendra
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ornamen genta di sebuah rumah di Banjar Pempatan Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, roboh, Rabu (9/12/2020). Robohnya ornamen bangunan ikonik ini lantaran diterpa angin kencang.
Genta raksasa bertulis Bajra Sidhi itu pun kini terlihat hanya setengah. Robohnya ornamen genta juga menyebabkan sejumlah kerusakan pada bangunan di bagian bawah. Tak ada laporan korban jiwa pada peristiwa ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penunggalan Bencana Daerah (BPBD) Badung, Ni Nyoman Ermy Setiari mengatakan, bangunan ornamen genta berwarna emas tersebut diketahui dimiliki oleh Jro Mangku Gede Dalem Sakenan.
“Informasinya sudah kami terima. Akan kami kirim tim untuk melakukan pengecekan ke lokasi,” ungkapnya saat dikonfirmasi Tribun Bali.
Kata Ermy, tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Namun bangunan yang tertimpa di terlihat mengalami kerusakan di beberapa bagian. “Saat ini tim kami tengah menangani sejumlah laporan pohon tumbang di beberapa titik termasuk di Petang, Setelah itu kami mengecek ke lokasi,” akunya
Robohnya patung lantaran angin kencang yang menerpa kawasan tersebut. Angin kencang disertai hujan juga terjadi di hampir semua wilayah di Badung. Kata dia, ada beberapa pohon yang tumbang hingga melintang di jalan.
Ia mengatakan, BPBD Badung menerjunkan tim untuk melakukan penanganan. “Ya karena cuaca ekstrem beberapa hari ini. Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan hati-hati. Khususnya di wilayah Badung Utara,” tungkasnya.
Kasubbag Humas Bag Ops Polres Badung Iptu I Ketut Gede Oka Bawa mengatakan dari laporan Babinsa Desa Munggu, telah terjadi angin kencang yang mengakibatkan robohnya ornamen Bajra Sidhi yang berada di atas bangunan lantai tiga.
“Bangunan itu milik Jro Mangku Gede Dalem Sakenan atau I Putu Gede Sumerta. Robohnya ornamen genta itu menimpa tempat suci. Korban jiwa nihil, namun akibat robohnya bangunan tersebut mengakibatkan kerugian material diperkirakan mencapai Rp 600 juta,” jelasnya.
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk jangan berada di bawah pohon lantaran angin kencang terus terjadi. “Akhir-akhir ini memang ada angin kencang saja terus. Kami imbau kepada masyarakat agar lebih waspada akan bencana alam yang terjadi,” jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kondisi-ornamen-genta-yang-roboh.jpg)