Lihat Wisatawan Tak Pakai Masker di Bali, Wishnutama : Saya Tegur Langsung di Tempat
di salah satu destinasi wisata dirinya sempat menemukan ada wisatawan yang tidak memakai masker.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Eviera Paramita Sandi
TRIBUN-BALI.COM - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, kembali melakukan kunjungan kerja ke Bali.
Kedatangan Menparekraf untuk melihat kesiapan pelaku industri pariwisata Bali dan Pemerintah Daerah menerima kunjungan wisatawan yang diprediksikan alami peningkatan pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menparkeraf datang ke Bali bersama Menteri Perhubungan dan Menteri Kesehatan.
Lokasi pertama yang dikunjunginya yakni destinasi Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park, kemudian Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dan terakhir ke salah satu restoran di Kuta yakni Bebek Timbungan.
"Kali ini saya mau memastikan pelaksanaan protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability). Protokol ini ada di dalam ini (Bebek Timbungan). Dan sekarang ini CHSE adalah menjadi hal yang sangat penting untuk bangkitnya pariwisata karena kesehatan menjadi syarat utama untuk kita agar bangkit kembali," ujar Menparekraf Wishnutama, Jumat (11/12/2020).
Wishnutama pun bercerita, dalam kunjungannya kemarin di salah satu destinasi wisata dirinya sempat menemukan ada wisatawan yang tidak memakai masker.
“Saya tegur langsung di tempat. Kenapa? Itu menjadi hal yang penting perlu dilakukan,” tuturnya.
Menurutnya, CHSE merupakan salah satu upaya dari pemerintah kepada hotel, restoran, ataupun destinasi wisata untuk menjalankan protokol kesehatan dengan sebaik-baiknya. Karena prokes menjadi penting sehingga tercipta rasa aman.
"Hal sangat strategis bagi kebangkitan kita kedepan. Ditambah sebentar lagi akan menghadapi liburan panjang dan kita prediksi akan banyak wisatawan datang walaupun libur sudah dikurangi. Kita tetap harus memastikan protokol kesehatan, justru malah harus ditingkatkan. Tadi saya juga koordinasi dengan Gubernur Bali agar protokol kesehatan ini makin ditingkatkan, makin diketatkan lagi pada saat liburan," tegas Wishnutama.
Ia juga menghimbau dan menekankan kepada para pelaku pariwisata harus melakukan protokol kesehatan dengan baik serta disiplin.
Selain itu juga wisatawannya melakukan protokol kesehatannya dengan rasa kepedulian.
"Melaksanakan protokol kesehatan itu harus dilakukan dengan rasa kesadaran yang tinggi. Bukan pelaku pariwisatanya saja tapi wisatawannya pada saat datang melakukan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak) itu menjadi hal yang mutlak dilakukan," ungkapnya.
Sementara bagi pelaku di industri pariwisata yang belum tersertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE dihimbau agar segera mendaftar dan memenuhi persyaratan-persyaratannya.
"Ini gratis. Jadi harus niat juga para pelaku pariwisata melakukan hal tersebut. Dan ini akan terus berlanjut tahun depan," tutur Menparekraf.
Sementara Juru Bicara Kemenparekraf, Prabu Revolusi, melihat pelaku usaha di Bali sangat luar biasa antuasiasmenya dalam mendaftar untuk mendapatkan protokol kesehatan berbasis CHSE.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wishnutama-bebek-timbungan.jpg)