Breaking News:

Kasus Ular di Perkotaan Denpasar, Masuk Motor hingga Kantor PMI Denpasar

Sabtu (12/12/2020), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mendapat laporan penanganan 4 ular.

Dok BPBD Denpasar
Ular Sanca Batik memasuki Kantor PMI Denpasar, Jalan Imam Bonjol, Denpasar, Bali, pada Sabtu (12/12/2020) . 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Fenomena ular masuk kawasan permukiman di perkotaan semakin marak, dalam satu hari pada Sabtu (12/12/2020) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar mendapat laporan penanganan 4 ular.

"Pada Sabtu (12/12/2020) ada 4 laporan dalam sehari, beraneka jenis ular, ada ular kobra, ular piton dan ular sanca batik yang berhasil dievakuasi petugas BPBD," kata Kepala Pelaksana BPBD Denpasar, Ida Bagus Joni Ariwibawa kepada Tribun Bali.

Uniknya, dari 4 kasus evakuasi ular tersebut, ada ular yang masuk ke dalam motor, berjenis ular sanca batik dan ular serupa dengan ukuran jauh lebih panjang masuk kantor PMI Kota Denpasar.

"Petugas kami mengevakuasi ular di dalam sepeda motor milik warga di Jalan Teuku Umar, Denpasar Barat, jenis sanca batik panjangnya lebih dari setengah meter, ada warga yang datang ke pos meminta bantuan mengeluarkan ular sekitar pukul 14.00 Wita," ujarnya.

Baca juga: 4 Zodiak Ini Paling Sulit Menerima Orang Baru Masuk ke Hidupnya, Siapa Saja Mereka?

Baca juga: Selain Insomnia, Berikut Penyebab Sakit Kepala di Pagi Hari

Baca juga: Malas Berlebihan Indikasikan Sesuatu yang Lebih Serius, Simak 6 Tanda Malas yang Harus Diwaspadai

"Sorenya ada evakuasi ular di PMI Kota Denpasar di Jalan Imam Bonjol, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, ular sanca batik panjangnya hampir 4 meter. Malam harinya ada penanganan ular piton masuk rumah, sebelumnya saat dini hari ada penanganan ular kobra di teras rumah," sambung Joni

Sementara itu, Kepala Markas PMI Denpasar, Nyoman Lantra menuturkan, ular tersebut pertama kali dilihat memasuki kantor PMI Denpasar di bagian halaman parkir.

"Dilihat ular sudah ada di halaman parkir, tidak diketahui datang dari mana" kata Nyoman.

Nyoman memastikan keberadaan ular tersebut tidak mengganggu warga yang berkunjung, justru warga dan petugas mengabadikan moment langka ini dengan bidikan kamera handphone mereka.

"Ularnya tidak mengganggu, tidak ada memangsa binatang atau tidak sampai melilit manusia," katanya.

Fenomena maraknya ular berkeliaran di permukiman warga disinyalir untuk mencari habitat hidup, berlindung di tempat yang hangat dan lembab saat memasuki musim penghujan serta siklus bulan tetas telur ular yang terjadi pada bulan November - Desember. (*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved