Breaking News:

Pandemi Covid-19 Belum Mereda, Keuskupan Agung Jakarta Imbau Umat Katolik Tidak Mudik Natal 

Ketentuan pertama yakni wajib menerapkan dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 secara ketat.

Editor: Eviera Paramita Sandi
KOMPAS.com
Ilustrasi natal. 

Para pelayan liturgi, pastur, petugas dan juga umat yang datang langsung ke gereja harus memastikan hadir dalam keadaan sehat.

"Menggunakan masker dari rumah ke tempat ibadah sampai pulang lagi ke rumah, rajin mencuci tangan dan juga menjaga jarak seperti yang sudah kita jalankan selama ini," kata Romo Adi Prasojo.

Romo Adi Prasojo mengungkapkan, Keuskupan Agung Jakarta menetapkan jumlah maksimal umat yang hadir dalam satu peribadatan yaitu 20 persen dari kuota di dalam gereja.

Durasi maksimal peribadatan malam Natal dan hari Natal paling lama yaitu 60 menit.

"Itu berarti akan ada modifikasi tradisi liturgi Natal dengan tetap menjaga kesakralan perayaan Natal," kata dia.

"Setelah menjalankan ibadat kami harapkan umat segera pulang dan tidak membuat kerumunan," sambung Romo Adi Prasojo.

Selain itu, jumlah misa atau peribadatan tatap muka hanya dapat dilakukan sebanyak dua kali, baik di malam Natal maupun di hari Natal.

"24 Desember 2 kali ibadat, dan hari raya Natal 25 Desember juga 2 kali ibadat tatap muka. Yang lain dilakukan secara online," kata Romo Adi.

"Usia umat yang hadir sebagai ketentuan antara 18 tahun sampai 59 tahun dengan memastikan kesehatan masing-masing," kata dia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Keuskupan Agung Jakarta Imbau Umat Katolik Tidak Mudik Natal di Masa Covid-19

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved