Penanganan Covid
SE Gubernur Bali No.2021/2020 Diterbitkan, PHRI Badung Prediksi Akan Terjadi Penurunan Kunjungan
SE Gubernur Bali No.2021/2020 Diterbitkan, PHRI Badung Prediksi Akan Terjadi Penurunan Kunjungan Wisdom
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Ketua PHRI Kabupaten Badung, I G Agung Ngurah Rai Suryawijaya, menyampaikan tujuan dari Surat Edaran Gubernur Bali No 2021 Tahun 2020 sangat baik dan perlu didukung.
Karena tentu Pemerintah kita ingin memastikan yang datang ke Bali itu dalam keadaan yang sehat begitu pun pulangnya dalam keadaan sehat sehingga tidak menimbulkan klaster baru.
"Tujuannya ini (SE Gubernur Bali) sangat baik untuk mengantisipasi jangan sampai ada peningkatan kasus baru Covid-19 yang signifikan nanti setelah libur panjang. Sehingga nanti memberatkan kita untuk mendapatkan kepercayaan dunia dalam rangka membuka border kita untuk Internasional Tourism," ujar Putu Astawa, Selasa (15/12/2020), usai menghadiri kegiatan gathering kepariwisataan di Kuta, Bali.
Kita inginkan pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) segera buka, kalau misalnya kita tidak perketat pintu masuk Bali seperti ini nanti domestik membludak dan peningkatan kasus baru Covid-19 terjadi.
Baca juga: Pelaku Penebasan di Kawasan Pelabuhan Benoa Masih Diburu Polisi
Baca juga: Update Covid-19 di Denpasar: 1 Pasien Meninggal, Pasien Sembuh Bertambah 17 Orang & Positif 20 Orang
Baca juga: Hasil Drawing Liga Champions dan Liga Europa, Barcelona Vs PSG, Memori AC Milan & Manchester United
Selanjutnya, dampak dari itu kepercayaan dunia akan menurun terhadap Bali, karena Bali masih menjadi sorotan dunia dan menjadi rules model daripada pariwisata nasional kita dan merupakan lokomotif pariwisata Indonesia.
"Pasti dan tentu akan berdampak (kunjungan domestik menurun). Saya prediksi tadinya kunjungan domestik bisa meningkat per hari mencapai 15 ribu dengan adanya surat edaran ini bisa saja akan terjadi pembatalan atau pengurangan kedatangan," ungkapnya.
Misalnya ada satu keluarga berjumlah 4 orang akan ke Bali pada libur Natal, tadinya syarat masuk kesini melalui Bandara hanya menggunakan hasil non reaktif rapid test murah.
Tetapi dengan adanya Surat Edaran itu wisdom wajib menyertakan hasil negatif swab test berbasis PSR yang biayanya mahal akan menambah biaya mereka.
"Bisa saja mereka ini berpikir ulang me-reschdule dari tujuannya ke Bali untuk ke daerah tujuan wisata lain (selain Bali). Dan juga mungkin akan memilih menempuh jalur darat untuk ke Bali. Jadi itu prediksi saya yang akan terjadi dan akan sedikit menghambat tadinya kita prediksikan sampai 15 orang kunjungan per hari, tetapi saya optimis masih bisa mencapai 10 sampai 12 ribu kunjungan rata-rata per hari," papar Ngurah Suryawijaya.
Anggota PHRI Badung mendadak ramai membicarakan tentang hal ini apakah benar Surat Edaran itu ditambah diberlakukan mulai tanggal 18 Desember nanti yang mana biasanya mulai tanggal 20 Desember akan mulai ada lonjakan daripada kunjungan ke Bali.
Ditambah lagi banyak hotel memberikan banyak program promo super deal kerjasama dengan travel agen dan maskapai untuk memberikan harga spesial saat libur Nataru nanti.
"Untuk pembatalan booking hotel belum dapat dihitung, tapi akan saya lihat beberapa hari kedepan. Karena saat ini tentu masih akan bergulir apakah mereka akan menentukan datang ke Bali itu yang kita harapkan. Apakah membelokkan ke tempat lain atau apakah melalui darat karena swab test antigen lebih murah dibanding swab PCR," imbuh Ngurah Suryawijaya.
Menurutnya, dominasi kunjungan wisdom ke Bali pada periode libur Nataru nanti masih akan dominan dari Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang dan kota-kota besar lain seperti Makassar dan lainnya.
Ia juga mengimbau kepada seluruh anggota PHRI Badung dan juga Bali harus konsisten mengimplementasikan protokol kesehatan berbasis CHSE karena ini sangat penting diperubahan perilaku dari tatanan Bali Era Baru di tengah pandemi Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-kedatangan-wisatawan-domestik-15-desember.jpg)