Polda Bali Telusuri Kasus Dugaan Kotak Amal Untuk Pendanaan Gerakan Terorisme
Kepolisian Daerah (Polda) Bali menelusuri kasus dugaan penggunaan dana kotak amal yang disebut-sebut untuk melancarkan gerakan terorisme
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepolisian Daerah (Polda) Bali menelusuri kasus dugaan penggunaan dana kotak amal yang disebut-sebut untuk melancarkan gerakan terorisme.
Sebelumnya, Mabes Polri mensinyalir bahwa ada ribuan kotak amal yang tersebar di pusat-pusat perbelanjaan, minimarket, rumah makan berbagai provinsi di Indonesia yang diduga dijadikan sasaran oleh para jaringan teroris untuk mengeruk sumber dana dari kotak amal tersebut bagi kelompok terorisme.
Polda Bali pun tak ingin kecolongan akan kasus yang tengah mencuat ini.
Untuk itu, meskipun belum ada laporan maupun kecurigaan dari masyarakat akan hal itu di wilayah-wilayah di Bali, Polda Bali tetap melaksanakan penyelidikan.
Baca juga: Perempuan Asal Celuk Gianyar Ini Ditangkap Polsek Sukawati, Enam Kali Gelapkan Mobil
Baca juga: Driver Pariwisata Kecewa Kebijakan Masuk Bali Wajib Swab Test, Yogi: 80 Persen Cancel
Baca juga: Banyak Orang Menolak untuk di Vaksin Covid-19, Suarjaya Katakan Vaksin Sudah Aman
"Belum ada laporan, tapi kami melakukan penyelidikan terkait hal tersebut," kata Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Syamsi saat dikonfirmasi, Rabu (16/12/2020).
Kombes Pol Syamsi menuturkan, Polda Bali telah mengerahkan Tim Opsnal untuk melakukan penyelidikan.
"Tidak ada tim khusus, Tim Opsnal Polda Bali yang melakukan penyelidikan," ujar Mantan Kabid Humas Polda Sumatera Barat. (*).