Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Tribun Bali Award

Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma: Harmonisasi Air Minum Berkelanjutan Menuju Denpasar Maju

Tahun ini Perumda akan memberikan bantuan alat pencacah sampah organik, compost bag, hingga pembangunan rumah maggot.

Tayang:
Istimewa
Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma: Harmonisasi Air Minum Berkelanjutan Menuju Denpasar Maju 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma atau PDAM Kota Denpasar menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Mengingat posisi Denpasar yang berada di kawasan hilir, pengamanan pasokan air minum difokuskan melalui strategi menyeluruh yang mencakup wilayah hulu, tengah, hingga hilir.

Hal ini dilakukan sebagai upaya harmonisasi air minum berkelanjutan menuju Denpasar maju, sesuai dengan tema HUT ke-29 Perumda Air Minum pada 1 Juli mendatang.

Direktur Utama Perumda Air Minum, I Putu Yasa didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan, Ni Putu Sri Utami mengungkapkan, kunci utama dari ketersediaan air yang berkelanjutan adalah kelestarian lingkungan, khususnya di Sungai Ayung yang menjadi sumber air utama Kota Denpasar.

Baca juga: Terkait Operasional SJUT-IPT di Sanur Denpasar, Operator Dikenakan Tarif Layanan Dasar

"Kita berada di daerah hilir, sehingga keberlanjutan air ini sangat penting. Salah satu langkah konkret kami adalah mengamankan wilayah hulu dan bantaran sungai melalui aksi penanaman pohon yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pohon majagau, gaharu dan pinang, untuk memperkuat kemampuan tanah menyimpan air," ujar Putu Yasa.

Selain penghijauan, Perumda juga turut mengedukasi masyarakat melalui pemasangan spanduk imbauan  agar tidak membuang sampah ke badan sungai guna menekan pencemaran.

Dalam hal pelayanan kepada masyarakat, pihaknya terus berupaya memenuhi target pelayanan 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas selama 24 jam penuh.

Sampai April 2026, rata-rata pelayanan telah bisa menyentuh waktu 23,89 jam dalam sehari.

"Beberapa gangguan terjadi karena masih adanya kebocoran pipa akibat faktor usia, serta adanya perbaikan infrastruktur jalan dari pihak eksternal seperti PUPR yang berdampak pada jaringan kami," jelasnya.

Untuk mengatasi masalah di sektor tengah ini, Perumda melanjutkan program pergantian pipa sekunder dan tersier yang sudah tua.

Program ini melanjutkan keberhasilan proyek dari ada K-Water untuk penggantian pipa dan pemasangan DMA untuk menekan kebocoran air.

Upaya yang dilakukan ini terbukti berhasil, seperti di kawasan Perumnas Monang Maning, dari waktu pelayanan air yang semula hanya 20 hingga 22 jam kini sudah berhasil ditingkatkan menjadi 24 jam penuh setelah dilakukan perbaikan pipa.

Mengingat pasokan air juga bergantung pada suplai SPAM Regional Petanu dan Penet, Perumda telah menyiapkan langkah antisipasi jika terjadi gangguan distribusi.

Salah satunya dengan menyiagakan empat armada truk tangki air yang siap dikirim langsung ke rumah pelanggan jika terjadi gangguan pasokan.

Masyarakat juga diimbau untuk membuat bak tampungan air (ground tank) mandiri di rumah dengan kapasitas minimal 1 kubik untuk dapat memiliki stok  air di saat terjadinya gangguan pengaliran

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved