Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Pesan Wayan Subawa ke Anak: Hidup Adalah Berkarma, Pengabenan Gunakan Bade Tumpang Tujuh

Pesan Wayan Subawa ke Anak: Hidup Adalah Berkarma, Pengabenan Gunakan Bade Tumpang Tujuh

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Aloisius H Manggol
Tribun Bali/Putu Supartika
Rangkaian prosesi pengabenan Mantan Sekda Badung dan tokoh senior Golkar Bali I Wayan Subawa 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Senin, 8 Juni 2026 siang digelar pengabenan untuk tokoh Golkar Bali yang juga Mantan Sekda Badung dan Pj Bupati Badung, I Wayan Subawa.

Pengabenan digelar di Setra Bantas, Jalan Hayam Wuruk Denpasar.

Dari pantauan di rumah duka di Jalan Jayagiri XIX Nomor 25 Denpasar, beberapa tokoh dan politisi tampak hadir dalam rangkaian ngaben ini, seperti politisi Gerindra dan Wakil DPRD Provinsi Bali, I Wayan Disel Astawa, anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Sukarmana, hingga Yonathan Andre Baskoro.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Jepang: Agung Akui Berniat Habisi Nyawa Sri Rahayu, Latar Belakang Asmara?

Pengabenan menggunakan bade tumpang tujuh dan juga menggunakan lembu.

Putra almarhum, I Gede Dwi Purnama Putra mengungkapkan, dalam ngaben ini terlibat ada empat banjar, yakni Banjar Taman Yang Batu, Banjar Yang Batu Kangin, Banjar Yang Batu Kauh, dan Banjar Klandis.

Baca juga: Dewi Temukan Putrinya Tewas Mengenaskan di Dalam Rumah, Banyak Luka Bacok dan Jari Patah

"Keempat krama banjar tersebut terlibat secara aktif dan penuh di dalam prosesi pelebon yang dilaksanakan pada hari ini, 8 Juni 2026," ungkap anggota DPRD Kota Denpasar yang akrab disapa Tude Subawa ini.


Sebelum puncak pengabenan, sebelumnya pada 24 Mei lalu telah digelar prosesi nyiramin atau melelet.


Selanjutnya pada 31 Mei juga dilaksanakan saji tarpanam.


Khusus puncak pengabenan, prosesi dimulai pada pukul 04.00 Wita dengan rangkaian upacara ngetetangi asesapuh. 


Kemudian pada pukul 06.00 Wita bersama-sama ke setra melakukan prosesi ngutang preling. 


Kemudian pukul 10.00 Wita melaksanakan prosesi melaspas bade, lembu, dan tratag.


Lalu pukul 12.05 Wita, iring-iringan jenazah akan menuju ke Setra Bantas, Jalan Hayam Wuruk.


Usai prosesi di setra, berlanjut prosesi nganyud sekitar pukul 06.00 Wita ke segara Matahari Terbit. 


Sementara itu, dalam prosesi ngaben ini terlibat sebanyak sekitar 2.000 orang.


Tude Subawa menambahkan, banyak tokoh politik maupun tokoh publik yang hadir melayat ke rumah duka.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved