Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Denpasar

Mahasiswa FEB Unud Menilik Proyek Percontohan Rendah Emisi di Sanur Bali

Struktur ekonomi Bali saat ini dinilai masih rentan karena terlampau bertumpu pada sektor pariwisata konvensional (mass tourism).

Tayang:
Istimewa
Rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana menyisiri pesisir Sanur. Mahasiswa FEB Unud Menilik Proyek Percontohan Rendah Emisi di Sanur Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Ruang kuliah kini tidak lagi terbatas pada dinding-dinding beton.

Suasana pagi di Kawasan Pesisir Sanur tampak berbeda dengan kehadiran rombongan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana.

Didampingi oleh WRI Indonesia, para mahasiswa ini menyusuri kawasan Sanur menggunakan shuttle listrik dan berjalan kaki.

Agenda mereka bukan sekadar pelesiran, melainkan melakukan observasi langsung terhadap implementasi Kawasan Rendah Emisi Sanur sebuah proyek percontohan yang memadukan inisiatif keberlanjutan, optimalisasi tata ruang kota, dan mobilitas ramah lingkungan.

Baca juga: WAGUB Giri Prasta Tegaskan UMKM Bali Penopang Utama Ekonomi Kerthi Bali, Gelar Akad Massal di Unud

Struktur ekonomi Bali saat ini dinilai masih rentan karena terlampau bertumpu pada sektor pariwisata konvensional (mass tourism).

Kehadiran Bali Low Emission Zone Initiatives (BLEZI) diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi menuju ekonomi hijau yang lebih mengutamakan kualitas pariwisata di Pulau Dewata.

Dalam diskusi "Bali Bicara: Kawasan Rendah Emisi", Okan, salah satu mahasiswa FEB Universitas Udayana, menyoroti tantangan besar yang dihadapi sektor pariwisata Bali dalam upaya menekan emisi.

“Bali ini memiliki dua tujuan besar, mengingat kedua tujuan ini para realitanya cenderung bertentangan. Satu sisi ingin menarik kunjungan wisatawan sebanyak-banyaknya, namun pada sisi lain Bali ini memiliki visi mencapai Bali Emisi Nol Bersih/Bali Net Zero Emission di tahun 2045. Semakin banyak kunjungan pasti meningkatkan kebutuhan mobilitas," jelas Okan, Sabtu 6 Juni 2026.

Kendati menantang, inisiatif BLEZI di Sanur dinilai membuka peluang besar.

Komang Agus, mahasiswa FEB Universitas Udayana lainnya, melihat program ini dapat memberikan citra baru bagi Bali sekaligus menguntungkan secara ekonomi.

“Zero emisi ini bisa mengubah wajah Bali yang memberi kesan Bali yang nyaman dan green. Dalam kuliah ada studi ekonomi pembangunan berkelanjutan, yang sejalan dengan inisiatif ini. Dengan inisiatif ini tentu akan menarik minat investor untuk datang, dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Maria Silaen, Low Carbon Mobility Specialist WRI Indonesia.

Ia memaparkan bahwa pariwisata berkontribusi hingga 32 persen terhadap PAD Kota Denpasar.

Namun, karena sifatnya yang sensitif, perkembangannya tidak boleh hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, melainkan harus menjaga kualitas lingkungan.

“Semakin banyak mobilitas maka semakin banyak juga emisinya. Sekitar 41 persen emisi di tahun 2024 berasal dari sektor transportasi. Kita ingin mengurangi emisi tetapi ekonomi tetap tumbuh, jadi menyasar pada aktivitas yang mulai beralih menggunakan transportasi umum, kendaraan listrik, sepeda, dan berjalan kaki yang merupakan bagian dari mobilitas rendah emisi," kata Maria.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved