Breaking News:

Bencana di Bali

50 Desa di Karangasem Berpotensi Terjadi Tanah Longsor Saat Musim Hujan

Dari 78 Desa / Kelurahan di Karangasem, sekitar 50 desa berpotensi  mengalami bencana tanah longsor saat hujan. 

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
Dok. Istimewa
Petugas BPBD Karangasem bersama warga sekitar evakuasi material longsor di Banjar Dinas Batu Ampin, Desa Jungutan, Kecamatan Bebandem, Sabtu (5/12/2020) siang hari. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dari 78 Desa / Kelurahan di Karangasem, sekitar 50 desa berpotensi  mengalami bencana tanah longsor saat hujan. 

Puluhan daerah berpotensi terjadi bencana longsor sesuai pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karangasem.

Kepala Pelaksana BPBD Karangasem, IB ketut Arimbawa, mengungkapkan, daerah yang  berpotensi terjadi bencana longsor tersebar di 8 Kecamatan di Karangasem.

Terbanyak di Kecamatan Rendang, Kecamatan Sidemen, Kecamatan Bebandem, Kecamatan Selat, serta  Karangasem.

Baca juga: Update Covid-19 Bali, 17 Desember: Positif Bertambah 132 Orang, Sembuh 101 Orang & Meninggal 2 Orang

Baca juga: Ini Target Bali United di AFC 2021, Yabes Tanuri: Pemain Harus Berjuang

Baca juga: 10 Kementerian/Lembaga dengan Pagu Anggaran Terbesar di APBN 2021

"Daerah yang dinyatakan berpotensi longsor karena lokasi dekat pegunungan. Seperti beberapa desa di Kec. Selat, Sideman, Rendang, Bebandem, & Kubu yang dekat Gunung. Untuk daerah lain ada bukit dengan dataran tinggi, "ungkap IB Ketut Arimbawa, Kamis (17/12/2020)  Kemarin.

Pemetaan BPBD terkait daerah berpotensi longsor yakni, Kecamatan Sideman dengan 9 desa yang berpotensi rawan Longsor. Seperti Desa Lokasari,  Wismakerta, Desa Tri Eka Buana, Desa Telaga Tawang, Desa Sinduwati, Talibeng, Tangkup, Desa Kerta Buana beserta Desa Sidemen.

Kecamatan  Selat hampir semua daerah berpotensi longsor. Seperti Desa Sebudi, Duda Timur, Peringsari, Muncan, dan beberapa desa lain.

Sedangkan Kecamatan Abang hanya 7 desa berpotensi  terjadi longsor. Seperti Desa Bunutan, Tista, Tribuana, Tiying Tali, Culik, dan Kertamandala.

Untuk  Kecamatan Bebandem, hanya beberapa desa yang sering terjadi longsor.

Diantaranya Desa Jungutan, Sibetan, Bebandem, Buana Giri, Macang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved