Sponsored Content
Pemkab Buleleng Sabet Dua Penghargaan Nasional
Pemkab Buleleng berhasil meraih prestasi yang cukup membanggakan, bahkan hingga di tingkat nasional.
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Kander Turnip
Pemkab Buleleng Sabet Dua Penghargaan Nasional
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Jelang akhir tahun, Pemkab Buleleng berhasil meraih prestasi yang cukup membanggakan, bahkan hingga di tingkat nasional.
Pemkab Buleleng mendapatkan dua penghargaan, yakni pada bidang lingkungan hidup Green Leadership Nirwasita Tantra dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, serta Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) RI.
Untuk penghargaan Green Leadership Nirwasita Tantra 2019 diberikan oleh pihak kementerian kepada Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana.
Penghargaan itu diberikan atas kepemimpinan dan pemahamannya terhadap isu lingkungan, serta komitmen dalam menyelesaikan persoalan lingkungan hidup di daerahnya.
Baca juga: 6.000 Guru Bakal Dites Swab, Jelang Sekolah Tatap Muka di Buleleng
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Buleleng Bertambah Enam Orang, 3 Orang Sembuh
Baca juga: Seekor Sapi di Buleleng Dicuri dan Disembelih Pelaku di Tempat
Bupati Suradnyana mengatakan, penghargaan Nirwasita Tantra ini sudah dua kali didapatkan oleh dirinya. Penghargaan pertama diterima pada 2016.
Menurut Suradnyana, kecukupan ruang terbuka serta adanya upaya perbaikan terumbu karang, dan pengelolaan lingkungan sangat penting dilakukan di Buleleng.
"2016 kita sudah dapat penghargaan pertama. 2019 dalam bentuk laporan dan komitmen kepala daerah. Saat itu saya selaku kepala daerah dites oleh para guru besar dan pakar lingkungan di Jakarta dan menyampaikan program saya. Tidak mudah mendapatkan penghargaan ini. Ada komitmen saya terhadap persoalan lingkungan, kemudian dijadikan bahan penilaian," ucapnya, Senin (21/12/2020).
Sementara untuk penghargaan Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) didapatkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Buleleng.
Sekda Buleleng, Gede Suyas menjelaskan, penghargaan ini merupakan rangkaian Hari Antikorupsi Internasional.
Dimana KemenPAN-RB memberi apresiasi kepada 681 unit kerja pelayanan sebagai WBK atas keberhasilan dalam membangun Zona Integritas.
Penghargaan ini merupakan bentuk keberhasilan terhadap program pelayanan publik yang dilakukan oleh Disdukcapil Buleleng, yang semakin akuntabel, transparan serta terhindar dari hal-hal yang berkaitan dengan korupsi.
Suyasa menyebut, persiapan, evaluasi dan penilaian dilakukan langsung oleh tim KemenPAN RB.
Hingga akhirnya Disdukcapil Buleleng dianggap layak dan dinyatakan sebagai Wilayah Bebas dari Korupsi.
“Hal ini perlu dipelihara, dijaga dan ditingkatkan integritasnya, sehingga untuk penilaian berikutnya harus bisa dipertahankan. Sebab apabila ditemukan hal-hal yang bertentangan dengan prinsip dari penganugerahan zona integritas, maka WBK yang disandang bisa dicabut oleh KemenPAN-RB," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bupati-buleleng-putu-agus-suradnyana-saat-mengikuti-acara-bincang-bincang-bersama-pimpinan.jpg)