Breaking News:

Seekor Sapi di Buleleng Dicuri dan Disembelih Pelaku di Tempat

Warga di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Bali dihebohkan dengan aksi pencurian sapi, pada Jumat (18/12/2020).

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Redita menunjukkan sisa kepala sapi milik bosnya yang ditinggalkan oleh pencuri, Jumat (18/12/2020) 

TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Warga di Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng, Bali dihebohkan dengan aksi pencurian sapi, pada Jumat (18/12/2020).

Pasalnya, sapi yang dicuri disembelih langsung oleh pelaku di dekat kandang, hingga yang tersisa hanya bagian kepala dan organ dalam (jeroan).

Made Redita (62) mengatakan, sapi berusia tujuh bulan yang dicuri dan disembelih langsung di lokasi kejadian itu adalah milik bosnya, Mangku Widiarta.

Baca juga: Jelang Libur Nataru, EPN Siagakan 83 Mobil Tangki BBM untuk Wilayah Bali

Baca juga: Wayan Subamia Secara Aklamasi Kembali Nahkodai KONI Klungkung 

Baca juga: 4 Ruang Bertekanan Negatif Berstandar WHO di RSUD Buleleng Rampung, Mulai Beroperasi 2021

Sapi milik Mangku Widiarta itu mulanya dipelihara oleh Redita bersama satu ekor sapi miliknya di sebuah kandang yang terletak di tengah sawah, di Subak Banyumala. 

Aksi pencurian ini kemudian baru diketahui oleh Redita sekitar pukul 06.00 wita. 

Saat itu, ia datang ke sawah garapan milik bosnya untuk mengusir burung.

Namun setibanya di sawah, Redita tiba-tiba melihat jika sapi jantan milik Mangku Widiarta sudah dalam keadaan mati.

Ironisnya, pelaku hanya meninggalkan bagian kepala dan organnya.

Baca juga: Keterbatasan Personel, Inspektorat Klungkung Maksimalkan SDM yang Ada

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Kendaraan Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Badung Turunkan 186 Personel

Baca juga: Fokus di Bidang Teknis dan Taktik, Polres Badung Gelar Latihan Pra Operasi Lilin Agung 2020

Sementara sapi milik Redita ditemukan di tengah sawah, terlepas dari kandangnya. 

Atas adanya kejadian ini, Redita mengaku sudah melaporkannya kepada Ketua RT setempat.

Bahkan pihak kepolisian juga sudah turun untuk menggali keterangan.

Takut sapi miliknya menjadi sasaran pencuri, Redita mengaku akan segera menjual sapi miliknya seharga Rp 10 juta.

Baca juga: Warga Jembrana Diresahkan dengan Prank Pocong, Saat Dikejar Pocongnya Lari Tunggang Langgang

Baca juga: Wadahi Komunitas Pesepeda, Rumah Sepeda Indonesia Hadir di Bali

Baca juga: Siap-Siap Jadi Sasaran Rapid Test Antigen Bila Nekat Liburan Akhir Tahun Naik Mobil Pribadi

"Akan langsung saya jual. Daripada sapi saya juga mati dan dicuri. Selama ini saya tidak pernah liat ada aktivitas mencurigakan. Jarang juga ada orang yang lewat di sekitar sawah ini," ucapnya. 

Terpisah, Kapolsek Kota Singaraja, Kompol I Made Santika mengatakan kasus tersebut tidak dilaporkan oleh korban di Mapolsek.

"Memang setiap ada kejadian Bhabinkamtibmas wajib datang ke lokasi, namun untuk laporan tertulis tidak dilakukan oleh korban di Mapolsek," singkatnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved