Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Populer di Tribun Bali

POPULER SEPEKAN: Wisdom Ramai-ramai Batalkan Bookingan Hotel di Bali | Pengakuan Terduga Teroris JI

Tiga berita populer sepekan ini mungkin sempat Anda lewatkan. Wisdom ramai-ramai batalkan bookingan hotel di Bali hingga pengakuan terduga teroris JI.

Tayang:
Editor: Widyartha Suryawan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi - Sejumlah wisatawan menikmati Pantai Melasti, Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Rabu (21/10/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Inilah berita terpopuler selama sepekan di Tribun Bali.

Tiga berita populer sepekan ini mungkin sempat Anda lewatkan.

Mulai dari wisatawan domestik yang ramai-ramai batalkan bookingan hotel di Bali; munculnya varian baru Virus Corona di Inggris; hingga pengakuan terduga teroris JI Upik Lawanga yang buron selama 14 tahun.

1. Wisatawan Domestik Ramai-ramai Batalkan Bookingan Hotel di Bali

Ilustrasi - Suasana Pantai Double Six, Seminyak, Badung, yang mulai dipadati pengunjung, Kamis (30/7/2020).
Ilustrasi - Suasana Pantai Double Six, Seminyak, Badung, yang mulai dipadati pengunjung, Kamis (30/7/2020). (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Menyusul setelah dikeluarkannya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 yang dikeluarkan pada Selasa (15/12/2020), wisatawan domestik yang berencana akan menginap di Bali, menjelang libur Hari Raya Natal dan tahun baru (Nataru) langsung membatalkan (cancel) bookingan hotel.

Manager Hidden Paradise Cottages, Desa Bunutan, Kecamatan Abang, Made Audi menjelaskan, wisatawan  domestik  yang membatalkan bookingan cukup banyak.

Ia menduga wisdom yang membatalkan bookingan akan terus bertambah hingga nataru.

Mengingat, biaya berlibur menjadi lebih mahal karena wisatawan domestik yang hendak ke Bali harus melengkapi diri dengan surat keterangan negatif Covid-19 baik berbasis swab test PCR maupun rapid test antigen.

Hal yang sama diungkapkan Manager Ashyana Hotel, Candidasa, Kecamataan Karangasem, Wayan Kariasa. Sampai sekarang sudah banyak wisdom membatalkan bookingan hotel.

Di Ashyana, wisdom yang membatalkan booking hotel sebanyak 8 kamar dari 50 bookingan. Ia juga memprediksi angka tersebut akan terus nambah.

"Di Ashyana sudah ada 8 kamar yang cancel. Klau seandainya menginap 3 hari berarti hitungannya 24 kamar. Kemungkinan wisatawan yang cancel akan terus bertambah. Sekarang menunggu sisa wisatawan yang sudah booking," kata Kariasa. 

Baca juga: Perhatian: Dilarang Pesta Saat Malam Tahun Baru, Masuk Bali via Pesawat Wajib Tes Swab!

Ia menambahkan, sejumlah hotel dan restoran telah mulai mempekerjakan karyawannya.

"Apalagi rata-rata wisatawan domestik yang booking hotel tak memberi DP karena situasi masih pandemi Covid-19. Sudah jatuh tertimpa tangga lagi. Makanya kita berharap Pemprov bisa mencarikan solusi," kata I Wayan Kariasa.

Wayan Kariasa yang juga menjabat Ketua PHRI Karangasem menambahkan, jika dikalkulasi keseluruhan wisatawan domestik yang cancel bookingan sudah capai ratusan kamar.

"Padahal sudah mulai ada tamu domestik yang akan nginap. Karena ada SE Gubernur, akhirnya banyak yang cancel. Banyak manager hotel di Karangasem yang mengeluhkan kondisi ini. Awalnya kita bersyukur ada wisatawan yang booking, setelah itu banyak yang cancel," imbuh Wayan Kariasa.

Data terakhir, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan, sudah ada sekitar 133.000 orang batal berlibur ke Bali.

Baca juga: Driver Pariwisata Kecewa Kebijakan Masuk Bali Wajib Swab Test, Yogi: 80 Persen Cancel

Adapun nilai refund tiket pesawat sudah mencapai Rp 48,4 miliar.

Hal itu terkait kebijakan baru pemerintah yang menetapkan syarat bepergian ke luar kota harus mengantongi  rapid test antigen.

Kebijakan tersebut pun berimbas pada perubahan rencana orang-orang menghabiskan hari libur Natal dan Tahun Baru.

Demikian pula rencana berlibur ke Pulau Dewata, Bali.

Banyak yang melakukan pengembalian tiket pesawat maupun membatalkan pemesanan hotel.

Selain keputusan pemerintah mewajibkan tes cepat antigen, Pemerintah Provinsi Bali juga mengeluarkan aturan bagi mereka yang akan berkunjung ke Bali pada 18 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.

Salah satunya, wajib membawa hasil tes swab atau PCR.

"Data dari OTA (Online Travel Agency atau Agen Perjalanan Online) adalah Rp 48,4 miliar total nilai refund dari pesawat udara," kata Maulana dikutip dari Kompas.com, Jumat (18/12/2020).

Berita terkait baca di sini. 

Berita terkait baca di sini.

2. Varian Baru Virus Corona di Inggris

Foto ilustrasi virus Corona atau Covid-19
Foto ilustrasi virus Corona atau Covid-19 (Gambar oleh Tumisu dari Pixabay)


Inggris menemukan varian baru virus corona SARS-CoV-2 yang memicu lonjakan tajam kasus Covid-19 di negara tersebut.

Selain menyebar lebih cepat dari virus corona yang ada sebelumnya, varian baru virus corona ini kemungkinan juga tak mempan dengan vaksin Covid-19 yang saat ini tengah dikembangkan di berbagai negara.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock mengatakan, pihaknya telah menemukan lebih dari 1.000 kasus Covid-19 yang terinfeksi dari varian virus jenis baru ini.

Kasus akibat varian virus baru ini tersebar di 60 wilayah otoritas lokal Inggris.

Diperkirakan virus varian baru ini serupa dengan mutasi yang ditemukan di sejumlah negara dalam beberapa bulan belakangan.

”Kami telah mengidentifikasi varian baru dari virus corona yang mungkin penyebarannya lebih cepat di tenggara Inggris," kata Matt, seperti dilansir dari The Guardian.

Baca juga: Varian Baru Virus Corona Disebut Menyebar Lebih Cepat, 21 Negara Ini Stop Penerbangan dari Inggris

Matt tidak menutup kemungkinan bahwa varian baru virus ini bisa kebal terhadap vaksin Covid-19 yang akan diberikan pada pekan lalu di Inggris.

”Saya harus menekankan bahwa pada momen ini tidak menyebabkan penyakit serius atau gejala klinis baru, tapi sangat tidak mungkin mutasi ini akan gagal menanggapi vaksin, tapi kita tetap harus waspada," tuturnya.

Penasihat kesehatan pemerintah Inggris menyebut varian mutasi baru virus corona yang menyebar di Inggris ini punya tingkat penularan lebih tinggi.

Kepala petugas medis Inggris, Chris Whitty, menyebut hal ini berdasarkan data pemodelan awal dan tingkat insiden yang meningkat pesat di selatan Inggris.

Sehingga, kelompok penasihat virus corona pemerintah Inggris, mengambil kesimpulan mutasi baru ini dapat menyebar lebih cepat.

Akibat temuan varian baru virus corona ini, pemerintah Inggris kembali menerapkan kebijakan lockdown.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengumumkan pelarangan pertemuan Natal dan toko-toko yang tidak penting harus tutup di London dan sebagian besar Inggris selatan.

Kebijakan ini diambil setelah ia memberlakukan tingkat pembatasan tingkat tiga di sejumlah wilayah

Inggris memberlakukan empat level pembatasan untuk mengatasi penularan Covid-19. Saat ini kawasan London dan Inggris selatan ada di level 3.

Pembatasan level tiga membatasi pertemuan, restoran dan bar hanya boleh melayani pesanan yang dibawa pulang, sementara toko masih diperbolehkan dibuka.

Sementara pembatasan level 4 baru mewajibkan toko-toko yang tidak esensial, penata rambut, dan tempat rekreasi dalam ruangan ditutup.

Johnson juga menyatakan rencana pelonggaran pertemuan yang sebelumnya akan dilaksanakan selama lima hari (23-27 Desember) saat Natal dibatalkan untuk area tingkat 4.

Perkumpulan keluarga tidak diperbolehkan kecuali dalam kondisi yang sangat terbatas dan tidak dilakukan di tempat umum.

Selain itu, di seluruh Inggris warga hanya diizinkan melakukan pertemuan saat Natal selama satu hari.

"Dengan sangat berat hati saya harus memberi tahu Anda bahwa kita tidak dapat melanjutkan Natal seperti yang direncanakan," kata Johnson.

”Tidak ada alternatif yang terbuka untuk saya. Orang-orang harus mengorbankan Natal ini agar memiliki kesempatan yang lebih baik untuk melindungi kehidupan orang yang dicintai. Saya tahu seberapa besar emosi orang-orang yang diinvestasikan di sepanjang tahun ini, dan betapa pentingnya bagi kakek nenek untuk melihat cucu mereka. Tetapi ketika virus mengubah metode serangannya, kita harus mengubah metode pertahanan kita," imbuhnya.

Selengkapnya baca di sini.

3. Pengakuan Terduga Teroris JI Upik Lawanga Selama 14 Tahun Buron

Tersangka teroris Jamaah Islamiah, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga
Tersangka teroris Jamaah Islamiah, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga (YouTube PMJ NEWS)

Baru-baru ini tersangka tindak pidana terorisme Taufik Bulaga alias Upik Lawanga mengaku menerima sumber dana dari beberapa pihak selama 14 tahun menjadi buronan Polri. 

Menurutnya, suplai dana untuk 14 tahun pelarian tersebut berasal dari jamaah, perseorangan, dan juga jaringan terorisme Jamaah Islamiyah (JI) Pusat. 

Rata-rata suplai dana yang Upik terima sebesar Rp 500 ribu.

Uang Rp 500 ribu itu diberikan kepada Upik untuk menafkahi kebutuhan hidup keluarganya.

"Pemberian itu ada yang bersifat pribadi, ada yang bersifat dari jamaah. Yang di luar kemampuannya kawan, dia terpaksa mencari dana lewat Jamaah Islamiah pusat. Seperti itu yang saya ketahui," ucap Upik sebagaimana dikutip tribunnews.com dari YouTube PMJ NEWS, Sabtu (19/12/2020).

Tersangka teroris Jamaah Islamiah, Taufik Bulaga alias Upik Lawanga (YouTube PMJ NEWS)
"Diberikan nafkah untuk anak istri, rata-rata itu Rp 500 ribu," ujar dia.

Upik Lawanga ditangkap Densus 88 Anti-teror Mabes Polri di Jalan Seputih Lanyak Provinsi Lampung pada 28 November lalu.

Saat mengamankan Upik Lawanga, tim Densus 88 Anti-teror menemukan sebuah bunker berisikan bom dan senjata rakitan.

Upik Lawanga sendiri dijuluki 'Profesor Bom' Jamaah Islamiyah lantaran dia adalah penerus dari dokter Azhari, pelaku bom Bali I dan II.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono menyebut sehari-hari Upik Lawanga dikenal sebagai penjual bebek di daerah Lampung.

Upik Lawanga memang kerap berpindah tempat sebelum ditangkap tim Densus 88 Anti-teror Mabes Polri. 

Terakhir, dia tinggal di sebuah rumah di daerah Lampung.

"Untuk Upik Lawanga ini sama, dia juga pindah-pindah dalam bersembunyi. Kemarin ada di Lampung, dia jualan bebek. Bisa mengumpulkan uang, dibelikan rumah," kata Argo dalam keterangannya, Jumat (18/12/2020).

Saat ditangkap, kata Argo, tim Densus 88 menyita sejumlah senjata api rakitan hingga bunker di rumah Upik Lawanga

Bunker tersebut diduga menjadi tempat persembunyian senjata ataupun bahan peledak yang dibuat oleh tersangka.

"Barang bukti yang disita dari rumah Upik ini ada senjata rakitan dan bunker juga di rumahnya. Besok Kabag Penum akan datang ke Lampung, dengan teman media akan melihat bunker itu seperti apa," pungkasnya. 

Baca selengkapnya di sini.

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved