Natal dan Tahun Baru
Ini Sejarah dan Cerita Awal Mulanya Pohon Natal di Dunia
Tapi tahukah kamu sejarah pohon natal tersebut? Berikut ini sejarah dan cerita awal mulanya pohon Natal di dunia
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Tanggal 25 Desember dirayakan sebagai Hari Raya Natal.
Biasanya saat Natal, orang-orang akan merayakannya bersama keluarga.
Seperti makan malam bersama dan menghias pohon Natal bersama.
Pohon Natal tak bisa dipisahkan dengan perayaan Hari Natal di seluruh dunia.
Baca juga: Refleksi Tema Natal 2020 dengan Situasi Pandemi Covid-19 oleh Pastor Paroki Katedral Denpasar
Baca juga: Kapolda Bali Tegaskan Bakal Laksanakan Maklumat Kapolri di Masa Natal dan Tahun Baru
Baca juga: Sambut Hari Natal 2020, Santa Claus di Bali Bagi-bagi Nasi Grastis di Pantai Legian
Tapi tahukah kamu sejarah pohon natal tersebut?
Berikut ini sejarah dan cerita awal mulanya pohon Natal di dunia:
Dikutip dari History.com, awal dari adanya pohon Natal berawal dari Jerman.
Jerman dikreditkan dengan mulainya tradisi pohon Natal pada abat ke-16 ketita orang Kristen yang taat membawa pohon hias ke rumah mereka.
Diyakini secara luas, bahwa Martin Luther, reformis Protestas abat ke-16, adalah orang yang pertama kali menambahkan lilin yang menyala ke pohon.
Saat ia sedang berada di luar rumah, ia melihat bintang yang berkelap-kelip di tengah pepohonan hijau.
Dari situ, ia ingin keluarganya di rumah juga melihat hal serupa.
Lantas ia mendirikan sebuah pohon di ruang utama dan mengikat ranting-rantingnya denan lilin.
Kisah lain mengatakan bahwa St. Boniface of Crediton (sebuah desa di Devon, Inggris).
Dikutip dari WhyChristmast.com, dikatakan ia menemukan sekelompok penyembah berhala yang akan mengorbankan seorang anak laki-laki sambil menyembah pohon ek.
Untuk menghentikannya, St Boniface menebang pohon ek dan pohon cemara muda muncul dari akar pohon ek tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-pohon-natal-sejarah-natal-di-dunia.jpg)