Terlibat Peredaran Narkotik, Taufik Terancam 20 Tahun Penjara

Taufik Hendiarto (30) telah menjalani pelimpahan tahap II secara teleconference dari penyidik Polresta Denpasar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Tribun Bali/Putu Candra
Taufik Hendiarto telah menjalani pelimpahan di Kejari Denpasar terkait tindak pidana narkotik. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Taufik Hendiarto (30) telah menjalani pelimpahan tahap II secara teleconference dari penyidik Polresta Denpasar ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar.

Ia dilimpahkan karena diduga terlibat peredaran narkotik golongan I jenis sabu.

Kala ditangkap, petugas kepolisian mendapati 31 paket narkotik jenis sabu dengan berat keseluruhan 41,51 gram netto dari tangan Taufik. 

Baca juga: Proyek Pasar Seni Sukawati Hampir Rampung, Pedagang Hanya Berharap Ada Wisatawan

Baca juga: Kobaran Api Nyaris Ludeskan Bangunan Bale Piasan Milik Warga di Desa Kusamba

Baca juga: Polisi Telusuri Postingan Video Uang Berceceran di Jalan, Belum Berani Pastikan Kejadian di Bali 

Terkait pelimpahan tersangka itu dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Denpasar, I Wayan Eka Widanta.

"Tersangka atas nama Taufik Hendiarto sudah dilimpahkan dan sudah kami terima. Pelimpahan via teleconference. Yang bersangkutan terlibat tindak pidana peredaran narkotik," terangnya saat dikonfirmasi, Jumat (25/12/2020). 

Setelah dilakukan pelimpahan dikatakannya, tersangka kelahiran Kudus, 1 Juni 1990 itu menjalani penahanan oleh jaksa selama 20 hari ke depan.

Baca juga: Dilarang Nyalakan Kembang Api di Tahun Baru, Kapolda Bali Tegas Jalankan Maklumat Kapolri

Baca juga: Dilarang Nyalakan Kembang Api di Tahun Baru, Kapolda Bali Tegas Jalankan Maklumat Kapolri

Baca juga: BREAKING NEWS: Kepala Dinas Pertanian Denpasar Meninggal Karena Covid-19

"Penahanan terhadap tersangka dilakukan selama 20 hari ke depan. Setelah dakwaan lengkap, segera akan kami lakukan pelimpahan ke pengadilan untuk selanjutkan dilakukan persidangan," jelas Eka Widanta

Terkait dakwaan, tersangka disangkakan dakwaan alternatif. Yakni Melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik atau Pasal 115 ayat (1) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

Atau Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik. Dari pasal itu, ancaman hukuman terhadap tersangka maksimal 20 tahun penjara. 

Diungkap dalam berkas perkara, tersangka ditangkap petugas kepolisian dari Polresta Denpasar di Jalan Teuku Umar Barat, Pengubengan, Kerobokan, Kelod, Kuta Utara, Badung, Selasa, 3 Nopember 2020 sekitar pukul 16.00 Wita.

Dari tangan tersangka, petugas kepolisian mendapati 31 paket narkotik jenis sabu dengan berat keseluruhan 41,51 gram netto. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved