Breaking News:

Natal dan Tahun Baru

Dilarang Nyalakan Kembang Api di Tahun Baru, Kapolda Bali Tegas Jalankan Maklumat Kapolri

Polda Bali menyatakan ketegasannya sebagaimana Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis bernomor Mak/4/XII/2020

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
TINJAU NATAL - Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra saat meninjau pelaksanaan ibadah Malam Natal di Gereja di Bali, Kamis (24/12/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Polda Bali menyatakan ketegasannya sebagaimana Maklumat Kapolri Jenderal Idham Azis bernomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan (prokes) Dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021.

Adapun penerbitan Maklumat Kapolri tersebut mempertimbangkan penanganan penyebaran Covid-19 secara nasional yang belum sepenuhnya terkendali dan masih berpotensi berkembang luas dalam masyarakat.

Selain itu, guna memberikan perlindungan dan menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat selama pelaksanaan libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru Tahun 2021.

Maklumat tertanggal 23 Desember 2020 itu berisi untuk tidak menyelenggarakan pertemuan/kegiatan yang mengundang kerumunan orang banyak di tempat umum berupa: perayaan Natal dan kegiatan keagamaan di luar tempat ibadah; pesta/perayaan malam pergantian tahun; arak-arakan, pawai dan karnaval; dan pesta penyalaan kembang api.

Baca juga: Jelang Tahun Baru, Harga Cabai Lokal Merangkak Naik

Baca juga: Jaga Nama Bali

Baca juga: Kerumunan Jadi Atensi Khusus Libur Nataru

Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan yang diperlukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Atas hal itu, Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menyampaikan, kepada seluruh jajarannya agar melarang seluruh kegiatan yang menggunakan kembang api, petasan dan sejenisnya.

Penertiban dilakukan dengan patroli secara rutin.

"Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran dilarang menggunakan kembang api dan petasan dan yang lainnya. Kita nantinya melakukan penertiban patroli secara rutin," tegas Kapolda saat meninjau pelaksanaan ibadah Malam Natal di Gereja GPIB Maranatha, Denpasar, Bali, Kamis (24/12/2020).

Kapolda juga tegas akan menindak adanya penjualan kembang api, petasan dan sejenisnya.

Jika ditemukan maka akan ditertibkan oleh kepolisian.

"Kalau ada yang menjual petasan ditertibkan," ujar Putu Jayan.

Pendisiplinan dan penegakan hukum prokes Covid-19 dilakukan melalui operasi Yustisi Covid-19 yang masih berlangsung hingga sekarang.

"Hukumamnya jelas, ada denda, tindakan fisik semua kita lakukan. Yang jelas kita berharap masyarakat tertib menyelenggarakan Nataru demi citra Pulau Bali sebagai tempat pariwisata, harus dijaga bersama," katanya.

Sebaliknya, jika masyarakat tidak tertib maka program-program pariwisata selanjutnya bisa mengalami keterlambatan.

Maka masyarakat di Bali maupun wisatawan diimbau untuk tertib mematuhi prokes.

"Andai kata tidak tertib program selanjutnya program pariwisata terlambat. Masyarakat maupun wisatawan tolong mematuhi prokes, tertib di jalan, patuh terhadap aturan, aparat TNI, Polri, Pemda mengamankan segala kegiatan supaya nyaman, aman dan sehat," pungkasnya. (*).

Catatan Redaksi: Mari cegah dan perangi persebaran Covid-19. Tribun Bali mengajak seluruh Tribunners untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat Pesan Ibu: Memakai Masker, Mencuci Tangan, dan Menjaga Jarak

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved