Natal dan Tahun Baru

Kerumunan Jadi Atensi Khusus Libur Nataru

Pemerintah Provinsi (Pemprov Bali) kini juga mempeketat pengawasan objek wisata di Bali. Kerumunan wisatawan menjadi atensi khusus.

Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
Foto Objek Wisata Sangeh, Kamis (17/9/2020) - Kerumunan Jadi Atensi Khusus Libur Nataru 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - SETELAH mengeluarkan kebijakan memperketat pintu masuk Bali untuk para wisatawan domestik, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali kini juga mempeketat pengawasan objek wisata di Bali.

Kerumunan wisatawan menjadi atensi khusus.

Pemprov Bali telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka mengantisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 ( Covid-19) serangkaian libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Kebijakan tersebut diatur melalui Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat Selama Libur Hari Raya Natal dan Menyambut Tahun Baru 2021 dalam Tatanan Kehidupan Era Baru di Provinsi Bali.

Baca juga: Momen Nataru Harapan Bagi Nelayan Lobster Tabanan, Pesanan Lobster Mulai Menggeliat Sejak Pekan Lalu

Baca juga: Sehari 16 Ribu Orang Masuk Bali via Gilimanuk, Terjadi Lonjakan Meski Aturan Perjalanan Diperketat

Baca juga: Kapolda Bali Tegaskan Bakal Laksanakan Maklumat Kapolri di Masa Natal dan Tahun Baru

Kebijakan yang dituangkan dalam SE tersebut yakni mewajibkan wisatawan yang datang ke Bali untuk mempunyai surat keterangan bebas dari Covid-19.

Bagi wisatawan yang ke Bali melalui jalur udara wajib memiliki surat keterangan wajib swab berbasis Polymerase Chain Reaction (PCR).

Sementara bagi yang melalui jalur darat/laut diminta agar memiliki surat keterangan negatif rapid test antigen.

Tak hanya mewajibkan wisatawan memiliki surat keterangan bebas dari Covid-19, Pemprov Bali juga mengantensi keberadaan wisatawan saat di destinasi wisata.

Para pengelola destinasi wisata diminta untuk benar-benar menerapkan protokol kesehatan (prokes) secara ketat.

"Ya jadi kepada pengelola niki kita juga sebarkan SE nika dengan maksud para pengelola ini juga ikut mengawal. Kan kita tidak ingin dari liburan atau pun peningkatan jumlah wisatawan ini tidak akan ada muncul penularan-penularan baru," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Putu Astawa, kepada Tribun Bali, Kamis (24/12/2020).

Astawa mengatakan, pihaknya selalu mengingatkan pengelola obyek wisata untuk menerapkan prokes, terutama dalam mengatensi kerumunan.

"Kalau memakai masker, kemudian mengukur suhu tubuh sudah bagus tyang lihat. Tapi persoalan kerumunan ini yang betul-betul harus diingatkan dengan pengeras suara lah (atau) tulisan jaga jarak," tuturnya.

"Ini yang sudah saya konsolidasikan. Saya sudah WA (WhatApps) juga secara pribadi ya seluruh pengelola yang ada di Uluwatu, Melasti, Kuta, Canggu. Semua sudah tyang sebar itu untuk mengingatkan terus," imbuh Astawa.

Di samping itu, aparat dari Kepolisian Daerah (Polda) Bali dan Komando Daerah Militer (Kodam) IX/Udayana sudah merapatkan barisan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Berita Terkait :#Natal dan Tahun Baru
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved