Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Karangasem

Dua Pasar di Karangasem Terbengkalai, Disperindag akan Koordinasi dengan Desa Adat

Dua pasar tradisional di Karangasem terbengkalai lantaran tak beroperasi sejak dibangun. Yakni Pasar Seni Manggis, di Kecamatan  Manggis, serta Pasar

Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
dokumen
Kondisi Pasar Seni Manggis, Desa / Kecamatan Manggis terlihat sepi. Yang terlihat hanya pengendara sepeda motor yang melintas. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dua pasar tradisional di Karangasem terbengkalai lantaran tak beroperasi sejak dibangun. Yakni Pasar Seni Manggis, di Kecamatan  Manggis, serta Pasar Yadnya yang khusus menjual hasil dari  pertanian.

Lokasinya  sekitar Jalan Raya, Desa Menanga, Kecamatan Rendang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan  (Disperindag) Karangasem, I Wayan Sutrisna, menjelaskan, dua pasar tradisional telah terbengkalai dari belasan tahun lalu.

Dua pasar yang menghabiskan anggaran miliaran ini belum memberikan pemasukan ke Pemerintah Daerah (Pemda) Karangasem.

Baca juga: Pasar Menanga dan Pasar Tukad Ling di Karangasem Jadi Prioritas Perbaikan Tahun 2022

"Dari belasan pasar yang dikelola pemerintah hanya dua yang terbengkalai yakni Pasar Seni Manggis, dan Pasar Yadnya di Rencang,"ungkap I  Wayan  Sutrisna, Minggu (27/12/2020) siang.

Sampai  sekarang belum ada  pedagang yang jualan di sekitar pasar dan pembeli juga enggan untuk datang.

Mantan Kabag Ekonomi Setda Karangasem ini mengaku tak tahu penyebab terbengkalai ke 2 pasar.

Mengingat lokasi ke 2 pasar strategis. Pasar Yadnya berada di Jalan Utama Rendang menuju Besakih, sedangkan Pasar Manggis di Jalan Utama Karangasem - Klungkung

Berbagai upaya sudah dilakukan pemerintah untuk menghidupkan pasar itu, tapi tetap tidak berhasil.

Seperti membuat  pasar malam di lokasi dengan mendatangkan berbagai arena permainan, mendatangkan petani supaya hasil pertaniannya dijual di pasar, dan menggratiskan retribusi harian.

Ditambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan berdiskusi dengan desa adat setempat terkait terbengkalainya kedua pasar.

Di Pasar Yadnya, Disperindag sudah berdiskusi dengan desa adat untuk menggairahkan animo masyarakat. Terobosan apa yang perlu digali untuk bisa hidupkan pasar.

"Pemerintah desa kemungkinan paham, hal apa yang bisa dikembangkan disana. Sehingga pedagang dan pembeli bisa tertarik jualan. Kebutuhan apa yang mesti dijual di sana,"tambah I Wayan Sutrisna, mantan Sekdis Pendidikan, Pemuda, & Olahraga (Disdikpora).

Pasar Yadnya dibangun untuk menampung hasil pertanian, lalu beralih untuk menampung perlengkapan upacara, dan souvenir.

Baca juga: Disperindag Karangasem Berencana Manfaatkan Lahan di Belakang Pasar Amlapura Barat Jadi Pasar Hewan

Sempat buka tutup, tapi sekarang pasar kosong lantaran animo terhadap keberadaan pasar masih rendah. Pedagang  yang berjualan serta pembeli yang datang masih sepi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved