Disperindag Karangasem Berencana Manfaatkan Lahan di Belakang Pasar Amlapura Barat Jadi Pasar Hewan
Disperindag berencana akan melakukan penataan pada 2021 mendatang memakai APBD dari Kabupaten.
Penulis: Saiful Rohim | Editor: Wema Satya Dinata
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Lahan kosong di belakang Pasar Amlapura Barat, Kelurahan / Kecamatan Karangasem rencananya akan dijadikan tempat berjualan ternak oleh Dinas Perindustrian & Perdagangan (Disperindag) Karangasem.
Seperti dagang ayam, babi, serta tempat penyelipan (penggilingan) daging.
Kepala Disperindag Karangasem, I Wayan Sutrisna, mengungkapkan, lahan kosong dibelakang Pasar Amlapura Barat rencananya akan difungsikan untuk dagang ternak yang kesulitan mendapat tempat.
Disperindag berencana akan melakukan penataan pada 2021 mendatang memakai APBD dari Kabupaten.
• Ikut Aturan SKB 4 Menteri, Kadisdikpora Bali Tegaskan Sekolah Belum Bisa Dibuka
• Jokowi Peringatkan Covid-19 Sudah Berimbas terhadap Geopolitik Global, Hubungan AS dan China Memanas
• Harga Emas Antam Mencapai Rp 1 Juta, Ini Prediksi Analis dan Cara Investasi Emas Bagi Pemula
"Dulu lahan itu kumuh. Untuk sekarang sebatas pembersihan. Pohon yang berada di sekitar sudah ditebang. Untuk penataannya rencana tahun depan (2021). Semoga tahun mendatang ada anggaran untuk fisik,"kata Kepala Disperindag, Wayan Sutrisna,Selasa (28/7/2020).
Mantan Kabag Ekonomi Setda Karangasem mengungkapkan, Disperindag berencana mengelola secara maksimal untuk menambah pendapatan asli daerah.
Saat ini sebagian pedagang ayam dan jasa selip daging sudah pindah ke lokasi.
Petugas akan melakukaan penataan secara bertahap.
"Seandainya pedagang ternak ditaruh di Pasar Amlapura Barat nggak bagus. Harus ditempatkan diluar. Lahan ini cocok untuk dijadikan tempat pedagang ternak,"jelas Sutrisna, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karangasem.
Ditambahkan, rencana Disperindag Karangasem akan membuat los dengan besi.
Bentuknya kemungkinan sederhana, tidak seperti los mewah lain.
Minimal dagang ternak yang jualan di lokasi tidak kepanasan dan kehujanan saat hujan.
"Pepohonan juga sudah ditebang,"ungkaap Sutrisna, sapaannya.
Untuk diketahui, lahan kosong yang akan dipakai pedagang ternak luasnya seekitar 1 hektare.
• Nadia Nevita, Penyanyi Remaja Asal Bali Launching Single Terbaru, Bersiap Go Nasional
• Tempat Usaha di Denpasar Buka Lewat Pukul 21.00 Wita, Pembatasan Jam Operasional Masih Berlaku?
• Pendaftaran Lomba Ogoh-ogoh Dibuka 7 Agustus, Penjurian di Tingkat Kabupaten Mulai 10 Oktober
Sebelumnya lahan ini dipakai untuk dagang sarana upacara, pakaian, dan pedagang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/wayan-sutrisna-dan-staff-memantau-proyek-pembangunan-gedung-pasar-amlapura-barat.jpg)