Corona di Bali
Dua Pasien Covid-19 di RSU Negara Meninggal, Sepuluh Pasien Dipulangkan
Kurang dari tiga hari lalu, dua pasien Covid-19 meninggal dunia. Menyusul hal itu, tingkat kesembuhan di Jembrana pun meningkat.
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Kurang dari tiga hari lalu, dua pasien Covid-19 meninggal dunia.
Menyusul hal itu, tingkat kesembuhan di Jembrana pun meningkat.
Ada sekitar sepuluh pasien yang dirawat di ruang isolasi dinyatakan sembuh dan dipulangkan oleh tim medis.
Hal ini disampaikan Plt Direktur RSU Negara, dr I Gusti Bagus Ketut Oka Parwatha, Senin (28/12/2020).
Parwatha mengaku, sepuluh pasien sembuh ini dirawat kurang lebih selama sepuluh hari dari perawatan optimal yang dilakukan pihaknya.
Baca juga: Biaya Tes Covid GeNose Hanya Rp 25 Ribu, Sudah Dapat Izin Edar dari Kemenkes
Baca juga: Terkait Perubahan Nama RSUP Sanglah, Ini Kata Kadis Kesehatan Provinsi Bali
Baca juga: Kasus Kematian dengan Positif Covid-19 di Bangli Bertambah, Satu Warga Asal Cempaga Meninggal Dunia
Dengan demikian sejauh ini sudah ada sekitar, 754 pasien sembuh dari RSU Negara dan puskesmas. Untuk sebagian besar penyembuhan memang dilakukan di RSU Negara.
“Baik terima kasih, maka bisa saya sampaikan bahwa hari ini kami dapat memulangkan kembali enam pasien yang sudah dinyatakan sembuh melalui swab tes. Mereka rata-rata dirawat selama 10 hari,” katanya.
Untuk daya tampung RSU Negara sendiri, sambung Oka, bahwa ada sekitar 42 bed.
Sebelum kesembuhan ini, untuk pasien yang dirawat ada sebanyak 29 pasien Covid saat ini.
Baca juga: Kasus Positif Covid-19 di Tabanan Hampir 2.000 Orang, Sembuh 1.749 Orang
Baca juga: Cegah Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Liburan, Satgas Bubarkan Kerumunan Warga di Klungkung
Baca juga: PBNU Ungkap 234 Ulama, Kiai dan Tokoh Nahdlatul Ulama Meninggal Dunia selama Covid-19
Untuk pasien yang masih ada di puskesmas atau isolasi mandiri akan dirujuk sesuai koordinasi dengan satgas Covid Jembrana.
“Tersisa 29 tapi bisa jadi akan terisi lagi, tergantung satgas bagaimana nanti merujuknya,” jelasnya.
Oka menyatakan, dengan meningkatnya kasus Covid-19 di Jembrana ini, maka pihaknya menekankan supaya masyarakat menjalankan protokol kesehatan dengan disiplin.
Sebab, kejadian meninggalnya pasien ini juga dikarenakan adanya penyakit bawaan.
Pasien perempuan berumur 61 tahun merupakan pasien suspect Covid-19 dengan keluhan sesak napas.
Setelah dilakukan swab test, hasilnya terkonfirmasi positif Covid-19.
“Kami sudah optimal merawat pasien sekitar enam hari,” ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-covid-19badung.jpg)