Natal dan Tahun Baru
Nusa Penida Ramai Dikunjungi Wisdom, tapi Belum Untungkan Pelaku Penginapan
Jelang tahun baru, Nusa Penida lumayan ramai dikunjungi wisatawan domestik. Kondisi ini belum begitu menguntungkan pelaku akomodasi penginapan
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Jelang tahun baru, Nusa Penida lumayan ramai dikunjungi wisatawan domestik.
Kondisi ini belum begitu menguntungkan pelaku akomodasi penginapan atau hotel di Nusa Penida.
Ini karena wisatawan kebanyakan one day trip, atau tidak menginap di Nusa Penida.
Baca juga: Libur Cuti Bersama Natal 2020, Kunjungan ke Bali Zoo Naik Hingga 30 Persen
Baca juga: Dalam Pesan Natal, Paus Fransiskus Kritik Mereka yang Menolak Pakai Masker
Baca juga: Viral Pemuda Jomblo di Jateng Ini Buka Jasa Menemani Cewek Single di Malam Tahun Baru, Ini Aturannya
" Sampai sekarang villa saya masih kosong, terakhir ada tamu bulan Juli, itupun kami banting harga Rp 250 ribu per malam. Padahal kami sangat berharap pada libur Natal dan tahun baru ini," ujar pelaku akomodasi wisata di Nusa Penida I Ketut Kusetyawan, Senin (28/12/2020).
Menurutnya wisatawan domestik memang cukup ramai saat libur Natal lalu, namun wisatawan kebanyakan one day trip. Mereka berangkat ke Nusa Penida dari Pelabuhan Sanur Denpasar, lalu kembali pada sore harinya.
Baca juga: Pengamanan Libur Tahun Baru 2021, Dishub Denpasar Siagakan 150 Personel Per Hari
Baca juga: Jelang Tahun Baru, Kunjungan ke Penglipuran Diperkirakan Meningkat hingga 1000 Orang Per Hari
Baca juga: Jelang Tahun Baru, Harga Cabai Lokal Merangkak Naik
" Jadi wisatawan lokal ini tidak menginap di Nusa Penida. Mereka hanya jalan-jalan di Nusa Penida sampai sore, lalu kembali menyebrang ke Denpasar. Ini kan tidak untungkan pelaku akomodasi wisata (penginapan), seperti kami," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, libur Natal tahun 2020 dan jelang Tahun Baru 2021 (Nataru), jumlah penumpang per hari di Pelabuhan Sanur, Denpasar menuju ke Nusa Lembongan dan Nusa Penida bekisar antara 907 orang hingga 1.317 orang.
Adapun jumlah keberangkatan fast boat sebanyak 21 hingga 25 unit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/meski-pandemi-wisatawan-tampak-mulai-mengunjungi-destinasi-wisata-pantai-klingking.jpg)