Breaking News:

Berita Politik

Kencangkan Konsolidasi di Daerah, Hanura Harap Parliamentary Threshold Pileg Mendatang Tak Naik

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Hanura, Gede Pasek Suardika (GPS) mengaku partainya sudah siap untuk menatap pesta demokrasi 2024.

Penulis: Ragil Armando | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Ragil Armando
Suasana Rapimda dan Rakerda Hanura Bali, di Hotel Four Star, Denpasar, Senin (28/12/2020). 

"Soal itu kita tunggu UU, kan masih di DPR, dan itu belum menjadi RUU resmi usulan DPR," paparnya.

Seperti diketahui, Komisi II DPR RI saat ini tengah menggodok tiga opsi terkait ambang batas parlemen atau parliamentary threshold (PT) dalam pembahasan dalam revisi Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Tiga opsi itu adalah tetap di angka 4 persen, naik menjadi 7 persen, atau ambang batas yang berjenjang.

Ambang batas parlemen atau parliamentary threshold adalah syarat perolehan suara bagi partai politik untuk bisa mendapat kursi di DPR.

Baca juga: Hanura Targetkan Rebut Pilkada Klungkung dan Buleleng, Siap Calonkan Kader Sendiri

Parliamentary threshold dalam UU No. 7 tahun 2017 tentang Pemilu yang sekarang masih sah berlaku adalah 4 persen.

Jika partai peserta pemilu tidak mampu meraih suara 4 persen secara nasional, maka suaranya hangus dan tidak mendapat kursi di parlemen.

 Contohnya dialami oleh Partai Berkarya, Partai Garuda, Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Partai Perindo serta Hanura dalam Pemilu 2019 lalu.

Pun begitu, pihaknya mengaku siap dengan kondisi apapun di Pileg 2024.

"Tapi prinsipnya apapun lapangannya kita harus siap bertanding, mau musim hujan, panas, kita siap," terangnya.

Hanya saja, GPS meminta parpol-parpol yang mempunyai kursi di parlemen fair dalam membuat PT di Pileg 2024.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved