Serba Serbi
Jro Bayu Gendeng Ramal Kondisi Bali Tahun 2021, Ada Bencana, Ini Bulan-bulan yang Perlu Diwaspadai
Jro Bayu Gendeng menjelaskan memang ada beberapa kejadian alam bakal terjadi di Bali
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Para penenung, peramal, dan penggiat supranatural kancah nasional berlomba-lomba memberikan prediksi apa yang akan terjadi pada tahun 2021.
Sayangnya, banyak ramalan mengatakan tahun anyar ini akan terjadi beberapa bencana alam.
Semisal gunung meletus, longsor, dan lain sebagainya.
Khusus untuk Bali, Jro Made Bayu Gendeng, Penenung Bayu Gana, melihat beberapa hal akan terjadi.
Baca juga: Jero Made Bayu Gendeng: Ada Energi Kuat yang Melindungi Bali
Baca juga: Ulas Jro Made Bayu Gendeng di Tahun 2021, Energi Taksu Bali dan Soal Pandemi Covid-19
“Alam Bali tahun 2021, memang ada beberapa kejadian-kejadian yang menimpa Indonesia maupun Bali.
Namun untuk Pulau Dewata, energinya masih sangat kuat sekali.
Powernya kuat sekali, taksunya alam dan daerah sangat kuat,” ujarnya kepada Tribun Bali, Minggu (3/1/2021).
Penekun spiritual ini, menjelaskan memang ada beberapa kejadian alam bakal terjadi di Pulau Dewata.
“Namun itu tidak akan menimbulkan dampak yang parah bagi Bali,” katanya.
Ia menjelaskan, memang akan ada gempa terjadi 2-3 kali.
Tetapi tidak akan menimbulkan sesuatu yang parah bagi Pulau Surga ini.
Bahkan ia melihat, ada pula getaran dari gunung, akan terjadi pada akhir-akhir tahun.
Namun juga dampaknya tidak akan parah bagi Bali.
“Nah yang perlu diwaspadai adalah tanah longsor dan angin ribut atau kencang,” katanya.
Baca juga: Primbon hingga Garis Tangan, Bayu Gendeng Kombinasi Ramalan Nusantara dan Sering Didatangi Pejabat
Baca juga: Made Bayu ‘Gendeng’ Selalu Gunakan Genta Atau Udeng Saat Praktikkan Ilmu Kebal Ini
Berdasarkan tenungannya, ada bulan-bulan yang perlu diwaspadai selama 2021.
Yaitu bulan 3, 5, dan bulan 8.
“Begitu juga masuk pada bulan 6 perlu diwaspadai.
Namun secara keseluruhan Bali masih pada sosisi garis aman dari bencana,” tegasnya.
Walaupun akan ada beberapa kekuatan alam yang hadir.
“Namun semua itu masih bisa terlindungi oleh taksu Bali.
Inilah uniknya Bali,” tegasnya.
Ia berpesan agar semeton atau saudara di Bali bisa meningkatkan jnana, spiritual, dan amal bakti.
Guna menambah energi dan kekuatan.
Atau power taksu daripada Bali itu sendiri.
Baca juga: Roy Kiyoshi Ramal Bencana di Indonesia Tahun 2021: Air Besar dan Suara Orang Minta Tolong
Baca juga: Roy Kiyoshi Ramal Dunia Artis di 2021, Pernikahan Settingan Hingga Kabar Duka
Sebab memang di Bali sejak lama dikenal konsep Tri Hita Karana.
Dan yadnya oleh masyarakat Bali setiap hari.
Menjadi budaya dan adat istiadat yang dipegang teguh sejak dahulu hingga saat ini.
Guna menyeimbangkan alam semesta beserta isinya.
Jro Bayu Gendeng juga mengatakan daerah yang perlu diwaspadai.
Yaitu daerah-daerah pertengahan dan barat Pulau Bali.
“Di sana lebih nampak ada beberapa hal yang bisa terjadi,” imbuhnya.
Taksu Bali, kata dia, sangat kuat.
Baca juga: Ini Ramalan Baba Vanga dan Bill Gates di Tahun 2021, Obat Kanker hingga Perubahan Iklim
Baca juga: Denny Darko Ramal Hubungan Rizky Billar dengan Lesti Kejora, Ini yang Akan Terjadi di Tahun 2021
Hal inilah yang perlu dijaga.
Serta terus dikuatkan bersama-sama seluruh umat dalam menjaga alam.
Juga meningkatkan spiritual sekala maupun niskala.
(*)