Breaking News:

Selebgram Ditangkap di Bali

Surat Hasil Swab Palsu Dibuat di Bali, Dijual Rp. 650 Ribu, Terungkap Berkat Dokter Tirta

Surat hasil swab palsu dibuat di Bali, Polisi berhasil meringkus tiga pemuda yang kedapatan memalsukan surat hasil swab

istimewa
Saat proses pemeriksaan di Bali sebelum diterbangkan ke Jakarta oleh pihak Polda Metro Jaya - Surat Hasil Swab Palsu Dibuat di Bali, Dijual Rp. 650 Ribu, Terungkap Berkat Dokter Tirta 

"Teman-teman penerbangan bisa lebih teliti lagi dalam hal melihat surat hasil PCR seseorang," ujarnya.

Tiga pemuda yang diringkus itu berinisal MHA, EAD, dan MAIS.

Adapun ketiganya masih berstatus pelajar/mahasiswa.

Yusri Yunus mengatakan, penjualan hasil swab PCR palsu itu bermula dari ketiganya yang mendapatkan tawaran jasa surat swab PCR tanpa tes melalui temannya di Bali pada Desember tahun lalu.

"MAIS akan berangkat ke Bali saat itu, dia bertiga sama temannya tetapi ada ketentuan PCR H-2 baru PCR. Dia kontak temannya di Bali, dari temannya di Bali bahwa kalau mau berangkat nanti dikirim PDF atas nama PT BF dan tinggal masukkan namanya," ujar Yusri.

Kemudian ketiganya mengedit file PDF yang memuat template surat PCR dengan tulisan PT BF.

Lantas mereka berhasil lolos saat berangkat melalui Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta.

"Yang bersangkutan mencoba masuk ke bandara dan lolos dan bisa berangkat ke Bali," jelasnya.

Karena melihat adanya peluang bisnis dari penjualan surat hasil swab PCR palsu itu, kemudian tersangka MAIS mengajak rekan-rekannya untuk menjual surat tersebut.

Hal itu ditanggapi oleh EAD yang mempromosikan jasa swab PCR palsu itu di akun Instagramnya.

"Kemudian MAIS sesampainya di Bali melalui chat dengan EAD (tersangka kedua) untuk menawarkan bisnis pemalsuan swab PCR ini. Kemudian ditanggapi EAD. EAD juga mengajak MFA. EAD melakukan promosi di akun instagramnya," ujar Yusri.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved