Jokowi Peringatkan Agar Hati-hati, Indonesia Masih Banyak Impor Pangan Mulai Kedelai Hingga Gula

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa, maka pengelolaan pangan harus disikapi dengan serius.

Istimewa/youtube
Presiden Jokowi saat berada di Sidang Kabinet 

TRIBUN-BALI.COM - Hingga saat ini, Indonesia masih banyak melakukan impor produk bahan pangan. 

Hal itu diungkapkan oleh Presiden Joko Widodo

Jokowi menyoroti komoditas pangan yang di pasok dari impor masih cukup banyak.

Produk tersebut mulai dari kedelai, jagung, bawang putih, beras, hingga gula.

Menurutnya, dengan jumlah penduduk Indonesia sebanyak 270 juta jiwa, maka pengelolaan pangan harus disikapi dengan serius.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Rai Mantra Minta Masyarakat Denpasar Menunda Pulang Kampung Selama PPKM

Salah satu caranya yakni dengan memastikan produktivitas pertanian di dalam negeri.

"Kedelai, jagung, gula, bawang putih, hati-hati, ini yang masih jutaan ton ( impornya)," ujar Jokowi dalam Rapat Kerja Nasional Pembangunan Pertanian Tahun 2021 yang ditayangkan secara virtual, Senin (11/1/2021).

"Barang-barang ini harus diselesaikan, urusan bawang putih, gula, jagung, kedelai, dan komoditas lain yang masih impor, tolong ini jadi catatan dan segera dicarikan desain yang baik agar bisa kita selesaikan," sambung dia.

Sedangkan soal beras, menurut Jokowi dalam dua tahu terakhir Indonesia berhasil tidak melakukan impor dan memenuhi kebutuhan dari produksi dalam negeri, namun hal ini perlu dipastikan konsistensinya.

Jokowi mengatakan, ia akan terus meninjau perkembangan di lapangan untuk memastikan keberlangsungan Indonesia bisa swasembada beras, dan tidak bergantung lagi pada impor seperti yang terjadi beberapa tahun lalu.

"Saya mau lihat betul di lapangannya, kondisinya seperti apa. Apakah konsisten bisa kita lakukan untuk tahun-tahun mendatang? " ungkap dia.

Oleh sebab itu, ia menekankan, perlu adanya perubahan pada sistem pertanian Tanah Air untuk bisa menggenjot produktivitas, tak bisa lagi dengan teknik pertanian konvensional.

Salah satunya, dengan membangun kawasan yang economic scale yakni areal tanam yang luas dan bersistem pertanian modern. Hal ini yang akan diwujudkan dalam proyek lumbung pangan atau food estate.

"Tidak bisa lagi kita lakukan hal-hal yang konvensional, rutinitas dan monoton seperti yang dilakukan bertahun-tahun. Kita harus mmbangun kawasan yang economic scale, enggak bisa kecil-kecil lagi," kata Jokowi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "RI Masih Banyak Impor Pangan, Jokowi: Hati-hati!"

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved