Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Kotak Hitam Tertimbun Puing Pesawat, Pesawat Sriwijaya Air Diduga Hancur Berkeping-keping

Tim SAR gabungan berhasil menemukan kotak hitam alias black box pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air

Istimewa via Tribunnews.com
Tim penyelam gabungan dari Ditpolairud, Polda Metro Jaya, Polda Banten dan Pas Pelopor Korps Brimob Polri membantu proses pencarian korban dan tubuh pesawat Sriwijaya Air SJ182 di sekitar Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Minggu (10/1/2021) - Kotak Hitam Tertimbun Puing Pesawat, Pesawat Sriwijaya Air Diduga Hancur Berkeping-keping 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Tim SAR gabungan berhasil menemukan kotak hitam alias black box pesawat Boeing 737-500 milik maskapai Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Kotak hitam yang ditemukan tersebut adalah FDR (Flight Data Recorder), sementara CVR (Cockpit Voice Recorder) hingga berita ini diturunkan masih terus dicari.

Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, mengatakan FDR ini sudah diangkat dari kedalaman laut untuk diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Penemuan kotak hitam FDR ini, tentunya karena kerja sama yang sangat baik dari pihak terkait seperti TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Perhubungan, KNKT dan juga stakeholder lainnya," ucap Budi dalam jumpa pers di JICT Tanjung Priok, Selasa (12/1/2021).

Baca juga: Luh Sudarni Sulit Tidur, Selalu Teringat Mia, Dokkes Ambil Sampel DNA Orangtua Pramugari Sriwijaya

Baca juga: UPDATE, Total 139 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Dievakuasi di Hari Keempat Pencarian

Baca juga: Cerita Penyelam TNI AL Temukan Black Box FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Laut

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto, menjelaskan kotak hitam yaitu FDR ditemukan pukul 15.40 WIB beserta dengan underwater pinger.

FDR ini ditemukan di antara Pulau Laki dan Lancang, Kepulauan Seribu.

Menurutnya, saat ini masih ada bagian penting dari kotak hitam yang belum ditemukan yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dan masih dilakukan pencairan.

"Pencarian CVR ini harus ditemukan tanpa dibantu dengan underwater pinger, karena bagian pinger di FDR dan CVR ditemukan terlepas dari dua bagian ini," ucap Hadi.

CVR diyakini tidak akan jauh dari lokasi ditemukannya FDR dan tentunya akan terus dilakukan pencarian agar dapat langsung dilakukan investigasi oleh KNKT.

"Kotak hitam akan langsung kami serahkan kepada KNKT untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, operasi belum selesai dan akan terus dilanjutkan untuk melakukan evakuasi korban serta potongan bodi pesawat harus SJ 182 ini harus diangkat untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved