Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Hilang Kontak

Luh Sudarni Sulit Tidur, Selalu Teringat Mia, Dokkes Ambil Sampel DNA Orangtua Pramugari Sriwijaya

Luh Sudarni Sulit Tidur, Selalu Teringat Mia, Dokkes Polda Bali Ambil Sampel DNA Orangtua Pramugari Sriwijaya Air

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Ayah, bibi, dan ibu Mia Tresetyani Wadu tampak berlinang air mata, Minggu (10/1/2021) - Luh Sudarni Sulit Tidur, Selalu Teringat Mia, Dokkes Ambil Sampel DNA Orangtua Pramugari Sriwijaya Air 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kedua orangtua pramugari Sriwijaya Air SJ-182 Mia Tresetyani Wadu (23), Zet Wadu dan Ni Luh Sudarni, mendapat pelayanan trauma healing dan konseling dari Polda Bali di kediamannya Jalan Tukad Gangga, Gang Tirta Gangga, Panjer, Denpasar, Bali, Selasa (12/1/2021).

Pelayanan trauma healing dan konseling ini dilakukan Kepala Psikologi Biro SDM Polda Bali, AKBP Nyoman Susila dengan mendatangi rumah orangtua Mia.

“Tim Psikologi (Polda Bali) hadir di sini ke keluarga untuk memberikan support dari rasa duka yang mendalam dialami orangtua. Kami hadir untuk trauma healing dan konseling memastikan kondisi psikis tetap baik, kami dan seluruh Indonesia siap men-support," ujar AKBP Nyoman Susila.

Ia menyatakan siap kapan pun memfasilitasi pelayanan trauma healing dan konseling dari keluarga korban, dan aktivitas ini juga alan dilakukan secara periodik.

Baca juga: Cerita Penyelam TNI AL Temukan Black Box FDR Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh di Laut

Baca juga: UPDATE, Total 139 Kantong Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Dievakuasi di Hari Keempat Pencarian

Baca juga: Kakak Beradik Pewaris Bisnis Keluarga Jadi Penumpang Sriwijaya Air, Kakak Berhasil Diidentifikasi

"Kita hadir bersama tim DVI dalam kegiatan ini secara periodik, begitu pula bila keluarga membutuhkan agar membuat rasa nyaman agar tidak ada gangguan psikis dari keluarga korban dan memastikan semua sehat," katanya.

Diungkapkannya, ayah Mia Zet Wadu, maupun ibunya, Ni Luh Sudarni, masih cemas menantikan kepastian putrinya yang turut menjadi korban saat bertugas sebagai pramugari dalam pesawat nahas itu.

"Situasi lingkungan harus selalu mendukung untuk meminimalisir gangguan. Beberapa hari ibunya sulit tidur karena cemas dan teringat putrinya, ini yang menjadi gejala untuk kita bantu mengurangi," tutur Susila.

Sampel DNA

Kemarin pagi, personel bidang Kedokteran dan Kesehatan Kepolisian Daerah (Dokkes Polda) Bali juga mengambil sampel darah kedua orangtua Mia di rumahnya.

Kasubbiddokpol Bidang Dokkes Polda Bali, AKBP dr. I Nyoman Gustama, menjelaskan nantinya sampel DNA orangtua Mia dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved