Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Gubernur Koster hingga Kapolda Bali Disuntik Vaksin Sinovac Hari Ini, Berikut Daftar Nama-namanya

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati dan Ketua DPRD Bali, Nyoman Adi Wiryatama tidak ikut divaksin.

Tayang:
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Kambali
Setkab
Ilustrasi - Presiden Joko Widodo disuntik vaksin Covid-19 sebagai dimulainya program vaksinasi nasional Covid-19 gratis di Indonesia, Rabu, (13/1/2020). 

Seperti Moderna dan Pfizer BioNTech vaksin produksi asal Amerika dengan tingkat efikasi sebanyak 95 persen.

AstraZeneca Oxford University, produksi asal Inggris dengan tingkat efikasi sebesar 62 persen dan 90 persen.

Gamaleya (Sputnik V) asal produksi Rusia dengan tingkat efikasi sebesar 92 persen.

Sinopharm asal produksi China dengan tingkat efikasi 86 persen.

Sinovac (produksi Sinovac China dan PT Bio Farma Persero: Versi BPOM dengan tingkat efikasi sebesar 65,3 persen, sedangkan Brazil 50,4 Persen.

Baca juga: Presiden Jokowi Jadi Orang Pertama di Indonesia yang Menerima Vaksinasi Gratis Covid-19

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. Ketut Suarjaya memberikan penjelasan apa yang mempengaruhi dari tingkat efikasi. 

"Efikasi dari vaksin Covid-19, sangat tergantung pada jumlah yang diuji coba. Karena di Indonesia yang diuji coba sebanyak 1.620 dan hak tersebut sangat mempengaruhi pada pengambilan sampelnya," katanya. 

Suarjaya menambahkah jika terdapat populasi positif Covid-19 terambil banyak, maka tingkat efikasi akan tinggi juga.

Dan kebetulan yang dilakukan uji coba di Indonesia pada daerah yang kasus positifnya rendah, sehingga efikasinya tidak setinggi pada negara Brasil.

Dan artinya tingkat efikasi ini sangat berpengaruh pada sampel. 

Baca juga: Gus Yaqut Sebut Vaksinasi Covid-19 Bagian Menjalankan Ajaran Agama, Ini Fatwa MUI 3 Vaksin Halal

"Yang penting sudah sesuai dengan anjuran WHO, yaitu di atas 50 persen tingkat efikasi vaksin sudah dianggap bagus," kata dia.

"Tahap awal penggunaan vaksin di Indonesia memang menggunakan jenis Sinovac namun nantinya pada tahap vaksinasi selanjutnya akan menggunakan beberapa jenis yaitu seperti Novavax dan Pfizer. Penggunaan merek Pfizer dapat digunakan untuk orang dengan umur 60 tahun keatas," tambahnya. 

Setiap vaksin yang baru datang harus mempunyai izin EUA dari BPOM.

Jadi begitu vaksin yang baru datang, maka harus diuji terlebih dahulu pada BPOM Pusat, baru nanti akan diedarkan seperti Sinovac. (*)

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved