Citizen Journalism
Kisah Perjalanan Sang Ahlul Qur'an, Syekh Ali Jaber
Syekh Ali Jaber adalah seorang pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.
(Penulis: Ferry Is Mirza)
Syekh Ali Jaber adalah seorang pendakwah dan ulama asal Madinah yang berkewarganegaraan Indonesia.
Pria bernama asli Ali Saleh Mohammed Ali Jaber ini lahir di Madinah, Arab Saudi, pada 3 Februari 1976 atau bertepatan dengan tanggal 3 Shafar 1396 H.
Syekh Ali Jaber menjalani pendidikan formal dari ibtidaiyah (SD) hingga aliyah (SMA) di Madinah, Arab Saudi.
Setelah lulus sekolah menengah, Syekh Ali Jaber melanjutkan pendidikan khusus pendalaman Alquran pada tokoh dan ulama ternama di Arab Saudi.
Syekh Ali Jaber mulai berdakwah di Indonesia pada tahun 2008 dan resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 2012.
Syekh Ali Jaber sempat menjadi juri pada Hafiz Indonesia dan menjadi da'i dalam berbagai kajian di beberapa stasiun televisi nasional.
Baca juga: Fadli Zon Hingga Raffi Ahmad Tuliskan Doa untuk Syekh Ali Jaber, Fadli Diceritakan Cita-cita Dakwah
Baca juga: Sosok Syekh Ali Jaber, Ulama Besar Indonesia Lahir di Madinah, Usia 10 Tahun Hafal 30 Juz Alquran
Sejak kecil, dia telah mendapatkan bimbingan agama dari ayahnya.
Ayahnya yang seorang penceramah, mengharapkan Ali Jaber sebagai anak pertama bisa mengikuti jejaknya.
Semasa kecil, Syekh Ali Jaber telah belajar Alquran dan merasa punya tanggung jawab atas cita-cita ayahnya.
Menariknya, di usia 10 tahun, Syekh Ali Jaber sudah mampu menghapal 30 juz Alquran.
Bahkan di umur 13 tahun, Syekh Ali mendapat amanah untuk menjadi imam di salah satu masjid di Kota Madinah, Arab Saudi.
Selama belajar agama, Syekh Ali Jaber rutin mengajar dan berdakwah.
Ia juga aktif sebagai guru hafalan Alquran di Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.
Pada 2008, Syekh Ali Jaber menikah dengan Umi Nadia, wanita asal Lombok, Nusa Tenggara Barat. Keduanya dikaruniai seorang anak yang diberi nama Hasan
Saat di Lombok, Syekh Ali Jaber menjadi guru hafalan Alquran, imam salat, dan khatib di Masjid Agung Al-Muttaqin Cakranegara Lombok, Indonesia.
Karier dakwahnya berlanjut saat ia diminta menjadi Imam salat tarawih di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.
Baca juga: Kabar Duka, Innalillahi Wa Innailahi Raajiuun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia
Ia juga menjadi pembimbing tadarus Alquran dan imam salat Ied di Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta.
Kehadiran Syekh Ali Jaber disambut baik oleh masyarakat Indonesia karena dakwahnya yang menyejukkan, penyampaiannya sangat rinci dilengkapi dengan ayat-ayat Alquran dan hadits.
Syekh Ali Jaber mulai sering dipanggil keliling Indonesia untuk syiar Islam
Begitu singkat perjalanannya dalam syiar agama di Bumi Allah SWT.
Di usianya Yang belum genap 45 tahun, Allah memanggilnya kembali kepada-Nya.
"Selamat jalan ulama besar. Engkau telah mewakafkan seluruh hidupmu di dunia pendidikan dan dakwah.
Surga tempatmu, bahagia dan menikmati amal ibadah yang engkau telah berikan. Aamiin YRA.." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ulama-syekh-ali-jaber-saat-berceramah-di-bandar-lampung.jpg)