Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres Amerika Serikat

Langkah Ini yang Ditempuh Joe Biden Pada Hari Pertama Jadi Presiden Amerika Serikat

Langkah pertama Presiden Joe Biden adalah mengeluarkan sejumlah perintah eksekutif di antaranya membatalkan larangan perjalanan kontroversial.

Editor: DionDBPutra
AFP via Tribun Style
Joe Biden (kiri) dan Kamala Harris akan dilantik menjadi Presiden dan Wakil Presiden Amerika Serikat, Rabu 20 Januari 2021. Langkah pertama Presiden Joe Biden adalah mengeluarkan sejumlah perintah eksekutif di antaranya membatalkan larangan perjalanan kontroversial dari beberapa negara mayoritas berpenduduk Muslim. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON - Apa langkah pertama Joe Biden setelah dilantik menjadi Presiden Amerika Serikat 20 Januari 2021 mendatang?

Bukan menggelar acara syukuran yang mewah. Langkah pertama Presiden Joe Biden adalah mengeluarkan sejumlah perintah eksekutif di antaranya membatalkan larangan perjalanan kontroversial dari beberapa negara yang mayoritas berpenduduk Muslim.

Mengutip Al Jazeera Minggu 17 Januari 2021, langkah pertama Presiden Joe Biden itu disampaikan Kepala Staf Gedung Putih Biden yang baru, Ron Klain dalam memo yang dia edarkan.

Baca juga: Profil Joe Biden: Pernyataannya Membuat Barack Obama Frustrasi

Baca juga: Jelang Pelantikan, Joe Biden Mendapat Akun Twitter Baru dengan Follower Mulai dari Nol

Baca juga: Profil Joe Biden: Pria Yang Bahagia dan Bermurah Hati Terhadap Orang Lain

Selama 10 hari pertama menjabat presiden, Joe Biden akan meluncurkan sejumlah perubahan kebijakan pendalunya Presiden Donald Trump.

Beberapa kebijakan misalnya soal upaya pencegahan virus corona baru, bergabung kembali dengan perjanjian perubahan iklim Paris, dan undang-undang imigrasi yang memungkinkan jutaan orang mendapatkan hak kewarganegaraan.

Tidak lama setelah menjabat presiden AS tahun 2017, Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang melarang wisatawan dari tujuh negara mayoritas berpenduduk Muslim memasuki negara Amerika Serikat.

Namun, perintah itu dibuat ulang beberapa kali di tengah gugatan hukum dan versinya dikuatkan oleh Mahkamah Agung Amerika Serikat tahun 2018.

Menurut para pengamat, larangan tersebut dapat dengan mudah dibatalkan Presiden Biden. Pasalnya aturan itu dikeluarkan dengan perintah eksekutif dan pernyataan resmi presiden (presidential proclamation).

Tetapi tuntutan hukum dari lawan konservatif dapat menunda proses tersebut.

Pada bulan Oktober 2020, Joe Biden mengatakan sebagai presiden dia akan bekerja sama dengan masyarakat AS untuk menghancurkan racun kebencian dalam masyarakat.

Dia pun berjanji menghormati kontribusi dan ide setiap warga negara.

Baca juga: Profil Kamala Harris, Wanita Kulit Hitam Keturunan Jamaika India yang Jadi Wakil Presiden Amerika

“Pemerintahan saya akan terlihat seperti Amerika, dengan warga Muslim Amerika melayani di setiap tingkatan,” kata Joe Biden.

Perubahan lain yang dilakukan Presiden Joe Biden termasuk perpanjangan batas waktu terkait pandemi. Yaitu penggusuran dan pembayaran pinjaman siswa, penerapan mandat masker di properti federal, dan perjalanan antarnegara.

Pemerintahan Joe Biden menyiapkan solusi untuk menyatukan kembali anak-anak imigran yang terpisah dari keluarga mereka.

Joe Biden yang menjabat sebagai senator AS selama 36 tahun itu berencana mengajukan undang-undang baru untuk menyediakan naturalisasi kepada 11 juta orang tidak berdokumen yang saat ini tinggal di negara itu.

Dalam 100 hari pertama pemerintahannya, Joe Biden berjanji memvaksinasi 100 juta penduduk Amerika Serikat.

Joe Biden sebelumnya mengumumkan akan mendorong Kongres menyetujui paket stimulus 1,9 miliar dolar AS atau setara Rp 26,6 triliun,untuk mengatasi kemerosotan ekonomi yang disebabkan oleh virus corona.

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com berjudul Pada Hari Pelantikan, Biden Akan Ubah Aturan Trump Soal Larangan Masuk bagi Beberapa Negara Muslim

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved