Breaking News:

Berita Klungkung

Mulai Besok Seluruh Sampah Perkotaan di Klungkung Harus Masuk TOSS Karangdadi 

“Setelah bangunan TOSS Center selesai, pengelolaan sampah harus dioptimalkan lagi agar bisa berfungsi maksimal dalam menuntaskan sampah perkotaan,” uj

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta saat menyambangi TOSS Centre di Dusun Karangdadi, Kusamba. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Pemkab Klungkung berusaha menuntaskan permasalahan sampah di Klungkung, dengan mengoptimalkan peran TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) di Dusun Karangdadi yang baru dilakukan pengembangan.

Mulai Selasa, 19 Januari 2021, seluruh sampah perkotaan harus dikelola di TOSS Karangdadi. 

“Setelah bangunan TOSS Center selesai, pengelolaan sampah harus dioptimalkan lagi agar bisa berfungsi maksimal dalam menuntaskan sampah perkotaan,” ujar Nyoman Suwirta, Senin 18 Januari 2021.

Di TOSS Center kini sudah tersedia berbagai inovasi pengolahan sampah.

Untuk sampah plastik, telah dilakukan kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Sampah Indonesia (APSI) dan membentuk Koperasi yang khusus mengelola sampah.

Baca juga: 20 Desa di Tabanan Usulkan Pembangunan TPS 3R, Gencarkan Pengolahan Sampah Berbasis Desa

Baca juga: Empat Hari Terakhir, Sampah Kiriman di Sepanjang Pantai Samigita Badung Capai 480 Ton

Baca juga: Pemprov Bali Dorong Desa Adat Buat Pararem Pengelolaan Sampah, Ditangani dengan Pilah, Kumpul & Jual

Semua sampah plastik akan dipilah lanjut oleh koperasi sehingga mampu dijual dengan harga maksimal.

APSI juga segera akan pasang alat pres plastik, mesin pemilah serta alat timbangan.

Sedangkan untuk sampah organik akan dijadikan produk turunan seperti Pupuk Ozaki ( melalui metode sel sampah dan gunungan terbuka).

Sementara Kompos Bio Gold dan Kompos Curah dari hasil fermentasi serta pelet sebagai bahan bakar gasifire.

“TOSS ini bukan segalanya, tetapi tetap peran masyarakat yang paling utama dalam pemilahan sampah. Bayangkan sampah yang diambil petugas tidak dipilah berbagai kotoran bercampur, maka para petugas akan sangat lama memilahnya, belum lagi bau tidak sedap dan dampak kesehatan yang ditimbulkan kepada para petugas. Walau itu sudah menjadi tugas mereka, mari kita hargai juga mereka agar tetap sehat dan kerja lebih maksimal,” ungkapnya. 

Sehingga ia berharap masyarakat bisa memilah sampah dari rumah.

Menurutnya proses pemilahan dari rumah menjadi kunci penting untuk mempercepat proses pengolahan sampah di TOSS.

Baca juga: Bersihkan Lingkungan, PKK Banjar Paneca Gianyar Kumpulkan Sampah Hampir 1 Ton

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved