Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres Amerika Serikat

Donald Trump Akan Dirikan Partai, Namanya Sama dengan Partai di Indonesia

Kepada Wall Street Journal, sejumlah sumber menyebutkan Donald Trump telah membicarakan rencananya tersebut kepada orang-orang terdekat dan sekutu.

Editor: DionDBPutra
Youtube StraitsTimes
Presiden AS Donald Trump berniat mendirikan partai politik setelah lengser dari Gedung Putih. 

TRIBUN-BALI.COM, WASHINGTON DC - Setelah lengser dari Gedung Putih Donald Trump dilaporkan akan mendirikan partai politik. Namanya sama dengan partai yang pernah ada di Indonesia yaitu Partai Patriot.

Kepada Wall Street Journal, sejumlah sumber menyebutkan Donald Trump telah membicarakan rencananya tersebut kepada orang-orang terdekat dan sekutu setianya.

Dia memberi nama Partai Patriot bakal sejalan dengan retorika America First seperti yang sudah berulangkali didengungkannya sejak tahun 2016.

Baca juga: Pidato Perpisahan Donald Trump Tetap Menantang Pemerintahan Joe Biden

Baca juga: Kemarahan Donald Trump Saat Tahu Banyak Bintang Akan Hadiri Pelantikan Joe BIden Sebagai Presiden AS

Menurut Donald Trump, niatnya membentuk Partai Patriot lantaran posisinya di Partai Republik goyah pascakerusuhan di Gedung Capitol 6 Januari 2021 yang menewaskan lima orang.

Beberapa petinggi Republikan, sebutan untuk Partai Republik menyatakan Donald Trump bertanggung jawab atas kekacauan yang menewaskan empat pendukungnya serta seorang polisi itu.

Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell yang merupakan sekutu dekat Donald Trump, ikut melontarkan kritikan keras kepada sang presiden ke-45 Amerika Serikat tersebut.

Mitch McConnell menyatakan, perusuh yang menyerang Gedung Capitol "diberi makan oleh kebohongan" dan diprovokasi presiden maupun figur kuat lain.

"Mereka menggunakan ketakutan dan kekerasan untuk menghentikan dan membalikkan sertifikat Kongres atas kemenangan Joe Biden," kata McConnell.

Donald Trump yang masih enggan mengakui kekalahan di Pilpres AS 2020 menyerukan pendukungnya untuk menyerbu ibu kota pada saat pengukuhan kemenangan Joe Biden-Kamala Harris 6 Januari 2021.

Presiden Donald Trump selalu menyatakan kemenangannya yang gilang gemilang dicurangi, tanpa sekali pun menyertakan bukti klaimnya.

Baca juga: Donald Trump Akan Pergi dari Gedung Putih Dan Tinggal di Resor Pribadi, Namun Sudah Ditolak Tetangga

Terlepas dari perseteruan dengan pimpinan Republik, Donald Trump berhasil mempertahankan suara sebagian besar pemilih Republikan.

Terutama mereka yang tak aktif secara politik sebelum Pilpres AS 2016 sebagaimana diberitakan Deutsche Welle Rabu 20 Januari 2021.

Dengan sistem politik AS yang selama ini terbagi dua kutub Demokrat dan Republik, membentuk partai baru bakal menjadi tugas berat baginya.

Meski AS pernah mencatat adanya partai lain, mereka jarang mendapatkan suara yang bisa membuat mereka menjadi pemain penting di pemilu.

Pidato Perpisahan Donald Trump

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved