Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Kisah Bocah SD Hidup Sebatang Kara karena Covid-19 Merenggut Orangtuanya

Kisah itu viral setelah pada Jumat 15 Januari 2021 lalu dia ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang ibu lantaran terpapar Covid-19.

Editor: Kander Turnip
Tribunnews/Genik
Aisyah Bocah yang Hidup Sebatangkara karena ibunya meninggal direnggut Covid-19 di Tangerang, Banten, saat ditemui, Rabu 20 Jaanuari 2021. 

Terlebih beberapa hari sebelumnya juga dikabarkan di lingkungan tersebut ada sejumlah orang yang dinyatakan terpapar Covid-19.

Lalu, seorang perempuan yang merupakan ibu dari teman sekolah Aisyah memberanikan diri mengecek kondisi Rina dengan mengenakan alat pelindung diri (APD).

Dari situ diketahui denyut nadi Rina sudah tidak berdetak, artinya sudah tidak bernyawa.

“Sekitar jam 21.00 WIB baru ada dari Polsek datang terdiri dari enam orang. Setelah itu mereka menemukan salah satu map putih dari RS Permata Pamulang yang menunjukkan Rina dinyatakan positif Covid-19. Entah kenapa dia (Rina, ibu Aisyah) sakitnya tidak bilang sama saya dan warga lingkungan,” kata Agung.

Menurut penuturan Agung, semalaman itu jasad Rina masih berada di kontrakan.

Hingga keesokan harinya, 17 Januari 2021 sekira pukul 09.00 WIB, pihak Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman Kota Tangsel datang menjemput Rina.

Sementara itu, Aisyah langsung dibawa ke fasilitas kesehatan untuk melakukan tes swab.

“Aisyah malam itu (16/1) sempat dites rapid antibodi dan hasilnya non reaktif. Tapi saya selaku pengurus lingkungan kurang yakin, kebetulan anak saya lulusan farmasi, dia (Aisyah) dibawa ke Medika BSD, lalu infonya dibawa ke RS Siloam Karawaci dan ternyata positif lewat PCR,” jelasnya.

Setelah dinyatakan positif Covid-19, Aisyah langsung diinisiasi warga untuk dibawa ke rumah sakit atau puskesmas yang bisa menampung.

Dengan berusaha keras, mengingat kondisi kapasitas di sejumlah RS dan puskesmas penuh, akhirnya Aisyah bisa ditampung di Rumah Lawan Covid (RLC) Ciater, Serpong.

“Kalau di sini (di kontrakan) anaknya sendiri hidup sebatang kara. Kalau Covid itu kan juga orang-orang pada takut. Dengan jaminan surat dari puskesmas dan ada penanggung jawabnya, akhirnya ditaruh di RLC. Dalam hal ini, saya yang bertanggung jawab,” terangnya.

Hingga kemarin Aisyah masih menjalani karantina terpusat di RLC guna memulihkan kondisinya.

Puluhan pasien Covid-19 yang dikarantina di RLC pun menjadi keluarga barunya.

Dibantu Irma, seorang wartawan yang juga tengah menjalani karantina, TribunJakarta.com (Tribun Network) dan berhasil mewawancarai Aisyah melalui sambungan telepon.

Dari suaranya, anak kelas IV itu terdengar ceria. Ia tidak canggung menjawab pertanyaan tentang kondisinya.
"Baik, enggak ada sakit-sakit. Lagi istirahat," tutur Aisyah.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved