Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Corona di Indonesia

Kisah Bocah SD Hidup Sebatang Kara karena Covid-19 Merenggut Orangtuanya

Kisah itu viral setelah pada Jumat 15 Januari 2021 lalu dia ditinggal untuk selama-lamanya oleh sang ibu lantaran terpapar Covid-19.

Editor: Kander Turnip
Tribunnews/Genik
Aisyah Bocah yang Hidup Sebatangkara karena ibunya meninggal direnggut Covid-19 di Tangerang, Banten, saat ditemui, Rabu 20 Jaanuari 2021. 

Ia pun menceritakan kesehariannya di tempat karantina yang dibangun sejak pertengahan April 2020 lalu itu. Aisyah juga dekat dengan teman sekamarnya di RLC.

"Senam, main, main badminton sama istirahat. Badminton buat main biasa saja. Kalau sorenya makan," ujarnya.

Meski suaranya terdengar jelas, dan mengaku sudah tidak sedih lagi, Aisyah hanya menjawab dengan singkat setiap pertanyaan yang dilontarkan.

Aisyah mengatakan, dirinya hanya berdua dengan sang ibu, keluarga lainnya tinggal di Jakarta dan Bangka Belitung.

"Cuma sama mama, berdua doang, ayah sudah meninggal duluan. Ada paling di Jakarta sama Bangka Belitung, eyang tiri," katanya.

Aisyah sempat bingung saat ditanya akan pulang ke mana setelah selesai karantina.

Ia sempat menjawab "enggak tahu", namun setelahnya ia menjawab lagi Aisyah ingin pulang ke rumah.

Dia bilang akan ada kakaknya, yang menjemput. Aisyah mengaku mekiliki dua orang kakak, salah satunya Kak Alma (21).

"Ke kontrakan dulu. Nanti ada keluarga yang datang. Kak Alma iya tinggal sama eyang," katanya.

Sejak sang ibu sakit sampai meninggal, Kak Alma sering menghubunginya. "Setiap hari ngehubungin," ujarnya.

Bayangan sang ibu juga masih teringat jelas di benak Aisyah. Satu pesan yang terus terngiang adalah ketika Aisyah meminta pindah sekolah.

"Yang paling aku inget itu, katanya sekolahnya nunggu lulus dulu baru pindah. Kata mama waktu itu, kalau memang mau pindah sekolah, nanti tunggu sudah lulus dari SD," tuturnya.

Almarhum ibunya mencari nafkah sehari-hari dengan berjualan online. Aisyah pun kerap membantu sang ibu.

"Dagang online, itu kaya dagang baju buat kerja gitu, seragam. Iya sering bantu, ngemas-ngemasin," ujarnya.

Berbeda dengan profesi sang ibu, Aisyah memiliki cita-cita yang tinggi, yakni ingin menjadi seorang dokter gigi.

"Jadi dokter, dokter gigi. Enggak apa-apa sih kayanya enak gitu jadi dokter gigi," katanya sambil tertawa. (tribun network/jsy/dod)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved