Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pilpres Amerika Serikat

Trump Doakan Pemerintahan Biden Aman, Washington DC Bak Medan Perang

Minggu ini, kami meresmikan pemerintahan baru dan berdoa untuk keberhasilannya dalam menjaga Amerika tetap aman dan sejahtera.

Editor: Kander Turnip
ANTARA FOTO/REUTERS/STEPHANIE KE
Pendukung Presiden Amerika Serikat Donald Trump berkumpul di depan Gedung US Capitol di Washington, Amerika Serikat, Rabu (6/1/2021). Hari pengesahan kemenangan presiden terpilih Joe Biden oleh Kongres di Gedung Capitol diwarnai penyerbuan massa pendukung Donald Trump dalam upaya menggagalkan anggota parlemen dari tugas konstitusional mereka. 

Trump mencatat perdamaian Timur Tengah yang diprakarsai pemerintahannya dan memuji agenda kebijakan luar negerinya.

Baca juga: Kemarahan Donald Trump Saat Tahu Banyak Bintang Akan Hadiri Pelantikan Joe BIden Sebagai Presiden AS

Baca juga: Melania Trump Sampaikan Pesan Perpisahan Mengharukan, Ajak Warga AS Jangan Menebar Benci

"Kami merevitalisasi aliansi kami dan mengumpulkan negara-negara di dunia untuk melawan di China, tidak seperti sebelumnya. Saya sangat bangga menjadi presiden pertama dalam beberapa dekade yang telah memulai tidak ada perang baru," kata suami Melania tersebut.

Trump, yang lengser di tengah perpecahan mendalam di negara itu, mengutuk kerusuhan di Gedung Capitol.

"Semua orang Amerika merasa ngeri dengan serangan di Capitol. Kekerasan politik adalah serangan terhadap segala sesuatu yang kita hargai sebagai orang Amerika. Itu tidak pernah bisa ditoleransi. Sekarang, ketika saya bersiap untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemerintahan baru pada siang hari saya ingin Anda tahu bahwa gerakan yang kami mulai baru saja dimulai," kata Trump.

"Saya pergi dari tempat yang megah ini dengan hati yang setia dan penuh sukacita dan semangat optimistis, dan kepercayaan diri yang tertinggi bahwa bagi negara kita dan untuk anak-anak kita," tambahnya.

Medan Perang

Suasana di Washington DC bak medan perang.

Momen pelantikan bakal begitu berbeda dibanding tahun sebelumnya, karena terjadi di tengah wabah Covid-19 dan perpecahan akibat politik.

Dilansir Sky News pemandangan berbeda tersaji di hadapan Joe Biden dan istrinya, Jill, saat mereka tiba di Washington DC.

Lebih dari 25.000 tentara Garda Nasional dikerahkan ke ibu kota guna mencegah potensi kerusuhan seperti yang terjadi pada 6 Januari.

Jumlah itu, hampir tiga kali lipat gabungan pasukan AS di Afghanistan, Suriah, maupun Somalia, membuat ibu kota layaknya medan perang.

Baca juga: Donald Trump Akan Pergi dari Gedung Putih Dan Tinggal di Resor Pribadi, Namun Sudah Ditolak Tetangga

Baca juga: Sejumlah Kasus Ini Berpotensi Membawa Trump Masuk Bui Setelah Lengser dari Gedung Putih

Seluruh jalanan DC dilaporkan ditutup, dengan pelat beton dan kontainer truk berukuran besar dipasang menutupi area pusat.

Dinas keamanan mengungkapkan, mereka mendapatkan laporan intelijen bahwa teroris sayap kanan hendak menyasar bangunan negara.

Dengan keputusan pihak keamanan menutup DC, diprediksi tidak akan ada perayaan dalam pelantikan Joe Biden, di mana sebagian menonton secara virtual.

National Mall, tempat yang biasanya menjadi rujukan jika Hari Inaugurasi digelar, juga dilaporkan sudah tertutup.

Sebanyak 200.000 bendera bakal dipasang oleh pihak pengelola untuk mewakili mereka yang yang tidak bisa hadir. (Tribun Network/reuters/sky news/mal/wly)

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved