Breaking News:

Berita Denpasar

Dituntut 7,5 Tahun Penjara, Perbuatan Pelaku Pembunuhan Teller Bank di Bali Diluar Batas Kewajaran

Dituntut 7,5 Tahun Penjara, Perbuatan Pelaku Pembunuhan Teller Bank di Bali Diluar Batas Kewajaran

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Pelaku pembunuhan pegawai Bank Mandiri Kuta, PAH (14) dihadirkan dalam press rilis di Mapolresta Denpasar, Kamis (31/12/2020). PAH dituntut 7,5 tahun penjara. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaksa Penuntut Umum (JPU) melayangkan tuntutan pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun) terhadap terdakwa PAH (14).

PAH dinyatakan bersalah melakukan pencurian disertai kekerasan hingga mengakibatkan korban Ni Putu Widiastuti, seorang teller Bank Mandiri Kuta meninggal dunia.

Tuntutan itu telah dibacakan jaksa dalam sidang yang digelar secara online dan tertutup untuk umum di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis, 21 Januari 2021.

Terhadap tuntutan jaksa, terdakwa anak mengajukan pembelaan (pledoi) lisan.

"Terdakwa anak mengajukan pembelaan lisan. Pada intinya terdakwa anak memohon keringanan hukuman, karena tidak memiliki niat untuk membunuh. Anak hanya ingin mengambil harta benda korban. Terdakwa anak mengakui dan menyesali perbuatannya," jelas Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi.

Baca juga: Rekonstruksi Pembunuhan Pegawai Bank: Pelaku Loncat Pagar Masuk Rumah Korban & Lakukan Aksi Kejinya

Dengan telah diajukannya pembelaan lisan oleh terdakwa anak, jaksa juga langsung menanggapi.

"Atas pembelaan terdakwa anak, jaksa tetap pada tuntutan yang telah diajukan," terang Eka Widanta.

"Sidangnya akan dilanjutkan Kamis, 28 Januari 2021, agenda putusan dari majelis hakim pimpinan Hakim Hari Supriyanto," imbuhnya.

Diluar Batas Kewajaran
"Jaksa menuntut terdakwa anak, PAH dengan pidana penjara selama tujuh tahun dan enam bulan (7,5 tahun)," jelas Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Denpasar, I Wayan Eka Widanta saat dikonfirmasi.

Dikatakan Eka Widanta, dalam surat tuntutan jaksa, terdakwa anak dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 365 ayat (3).

"Di pasal ini, ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. Tapi karena Undang-Undang Perlindungan anak, terdakwa anak dikenakan setengah dari pidana maksimal. Jadinya dituntut 7,5 tahun," terangnya.

Baca juga: POPULER BALI: Jam Operasional PSBB Denpasar | Pembunuh Pegawai Bank Loncat Pagar Masuk Rumah Korban

Dilayangkan tuntutan tersebut, kata Eka Widanta mempertimbangkan hal memberatkan dan meringankan.

"Hal memberatkan, perbuatan terdakwa anak diluar batas kewajaran, menghilangkan nyawa seseorang. Terdakwa anak dalam melakukan perbuatannya sudah mempersiapkan senjata, jadi ada niat jahat. Hal meringankan, terdakwa masih anak-anak. Masa depannya masih panjang dan bisa dibina," paparnya.

Pula tuntutan yang diajukan mempertimbangan rekomendasi dari Balai Pemasyarakatan (Bapas).

"Tuntutan yang kami ajukan juga mengacu pada pertimbangan serta rekomendasi dari Balai Bapas (Bapas). Dalam proses peradilan anak, Bapas memberikan pertimbangan. Itu juga menjadi acuan kami," terang Eka Widanta. (*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved