Breaking News:

Berita Tabanan

Disapu Gelombang Tinggi Di Pantai Pasut Tabanan Bali, Dua Nelayan Hampir Tenggelam

Cuaca buruk disertai gelombang tinggi mengakibatkan dua orang nelayan yang sedang melaut dihantam gelombang tinggi di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Keca

istimewa
Suasana pasca dua nelayan dihantam gelombang tinggi di tengah Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat 22 Januari 2021. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Cuaca buruk disertai gelombang tinggi mengakibatkan dua orang nelayan yang sedang melaut dihantam gelombang tinggi di Pantai Pasut, Desa Tibubiu, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Jumat 22 Januari 2021.

Beruntung keduanya selamat dari peristiwa tersebut.

Hanya jukung yang ia bawa sebelumnya terhempas digulung ombak. 

Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11.00 Wita.

Saat itu, dua nelayan ini bersama puluhan jukung nelayan Tabanan lainnya mencari ikan di tengah laut.

Baca juga: Masih Dilanda Duka,Bupati Artha Kunjungi Ibu dari Kakak Beradik yang Tenggelam di Sungai Yeh Mekecir

Baca juga: Youtuber Pelajar Ini Tewas Tenggelam di Rawa Saat Akan Bikin Video untuk Konten

Baca juga: Bekal Terakhir Rp 30 Ribu dari Ibu, Kakak dan Adik Tenggelam di Sungai Jembrana Sudah Ditemukan

Pagi hari tadi, cuaca masih terbilang bersahabat atau cerah. Namun, ketiak siang menjelang awan justru berubah menjadi mendung tebal menandakan akan turun hujan lebat. 

"Tadi pagi cuacannya masih bagus, sehingga para nelayan di Tabanan melaut untuk mencari ikan apalagi saat ini sedang musim ikan layur dan tenggiri," kata seorang Nelayan setempat, I Ketut Arsana Yasa, Jumat 22 Januari 2021. 

Pria yang juga Ketua Himpunan Nelayan Indonesia (HNSI) Tabanan ini melanjutkan, setelah awan mendung itu benar saja hujan turun deras disertai angin kencang dan gelombang juga tinggi. 

Di tengah situasi tersebut, dua orang nelayan yang sedang mengangkat jaring dalam satu jukung ini justru terhantam gelombang tinggi.

Keduanya, I Ketut Joki dan Putu Angga Widanta terhempas ke tengah laut. Beruntung saat itu nelayan lain di sekitarnya segera melakukan pertolongan.

"Beruntung keduanya berhasil ditolong dengan diberikan life jacket untuk membantu nelayan. Sementara itu jukungnya hanyut dibawa gelombang," ungkap pria yang akrab Sadam ini. 

Menurutnya, melihat dari perkiraan cuaca BMKG dan dipadukan dengan sasih Kaulu menurut Kalender Balu, cuaca buruk ini akan berlangsung sampai akhir Februari. Nelayan pun diminta jika melaut selalu waspada.

Jika memang kondisinya tidak memungkinkan jangan nekat untuk melaut. 

"Cari amannya saja, kalau cuaca sudah bagus silakan, jangan nekat ke tengah laut jika memang kondisi cuaca tidak bagus," pesan Sadam yang juga Anggota DPRD Tabanan dari fraksi PDIP ini.

Baca juga: Link 16 Besar Liga Champions Atalanta vs Real Madrid, Zidane Waspadai Amukan Lawan

Baca juga: Setelah Sang Kakak, Adik yang Tenggelam di Sungai Yeh Mekecir Dauh Tukad Akhirnya Ditemukan

Baca juga: Tragedi Kakak Beradik Tenggelam di Jembrana, Tangis Ibu Pecah Sambut Jenazah Gusti Komang Suarsana

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved