Breaking News:

Berita Gianyar

Ini Alasan Pasien Reaktif Rapid Antigen Test di Gianyar Bali Langsung Dikarantina Pemerintah

Masyarakat yang reaktif saat dites Covid-19 menggunakan rapid antigen, saat ini langsung diisolasi oleh Pemkab Gianyar

Tribun Bali/Rizal Fanany
Ilustrasi rapid test - Ini Alasan Pasien Reaktif Rapid Antigen Test di Gianyar Bali Langsung Dikarantina Pemerintah 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Masyarakat yang reaktif saat dites Covid-19 menggunakan rapid antigen, saat ini langsung diisolasi oleh Pemkab Gianyar.

Tidak seperti saat Pemerintah masih menggunakan rapid test sebelumnya, warga yang hasilnya reaktif masih diberikan kebebasan untuk menjalani karantina mandiri.

Lalu, apa alasan Pemerintah memberikan perlakuan khusus pada reaktif rapid antigen dibandingkan rapid test lama?

Plt Dinas Kesehatan Gianyar, Dokter Ida Komang Upeksa yang juga Dirut RSUD Sanjiwani Gianyar menjelaskan, rapid antigen adalah suatu rapid yang hasilnya mendekati swab PCR.

Baca juga: Sebanyak 25.320 Vaksin Sinovac Covid-19 dari Pemerintah Pusat Tiba di Bali

Baca juga: BREAKING NEWS - Dinas Kesehatan Bali Akan Terima Vaksin Covid-19 Ketiga Sejumlah 25.320 Vial

Baca juga: Bupati Sleman Positif Covid-19 Setelah 7 Hari Disuntik Vaksin, Kadis Kesehatan: Kebetulan Saja

Ketika pasien sudah dinyatakan reaktif dalam rapid antigen, kata dia, pihaknya sudah harus mengisolasi atau mengkarantina warga tersebut.

"Tetapi, karena dari kementerian, hasil pasti pasien Covid-19 adalah PCR, sehingga ketika dia rapid antigennya positif, kita masih perlu PCR untuk kepastiannya. Karena, pengakuan dari kementerian terkait dengan klaim nanti, adalah pasien yang positif PCR,"ujarnya.

"Kalau ada edaran status antigen sama dengan PCR, baru kita tindaklanjuti seperti itu. Jadi istilahnya, yang positif rapid antigen masih disebut reaktif, tapi dari kenyataan, seperti kasus di Banjar Pengembungan, Desa Pejeng Kangin, dari 9 orang yang reaktif, kesembilannya positif Covid-19 dalam tes PCR," ujarnya.

Sekda Gianyar, Made Gde Wisnu mengatakan, saat ini Pemkab Gianyar telah mengambil kebijakan baru dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kabupaten Gianyar, Bali.

Di mana saat itu, warga reaktif rapid test antigen, tidak lagi diperbolehkan menjalani karantina mandiri di rumah.

"Poin ketika dalam langkah penanganan pandemi 2021 ini, melarang isolasi di rumah, dan menyiapkan tempat isolasi secara maksimal,"tandasnya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved