Bali Paradise
Cafe del Mar Bali Suguhkan Bangunan Arsitektur Bergaya Mediterania-Spanyol
Salah satu destinasi tujuan wisatawan menikmati keindahan matahari terbenam di Bali yakni ke Cafe del Mar Bali yang berlokasi di Jl. Subak Sari.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Noviana Windri
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, MANGUPURA - Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan minat wisatawan berlibur ke Pulau Dewata dan menikmati keindahan-keindahan pantainya terlebih saat libur Natal dan Tahun Baru beberapa waktu lalu.
Salah satu destinasi tujuan wisatawan menikmati keindahan matahari terbenam di Bali yakni ke Cafe del Mar Bali yang berlokasi di Jl. Subak Sari, Canggu, Tibubeneng, Kuta Utara, Kabupaten Badung.
Desain dan konsep Cafe del Mar Bali mengusung desain arsitektur Mediterania-Spanyol yang simpel dengan ciri khas warna-warna putih dan biru dirancang oleh seorang arsitek ternama yakni Rafael Pasaribu menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
Beroperasi mulai 16 September waralaba beach club asal Ibiza sempat tutup beberapa bulan karena dampak pandemi Covid-19, namun mulai 3 Desember 2020 lalu kembali beroperasi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
General Manager Cafe del Mar Bali Laetitia Delvart mengatakan sebelum kembali beroperasi, pihaknya telah membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) protokol kesehatan CHSE sesuai pedoman dari Kemenparekraf.
Baca juga: Rumah Gemuk Bali, Glasshouse Cafe yang Instagramable di Bedugul Tabanan
Baca juga: Kebon Vintage Cars Cafe & Resto Ajak Tenant Lokal Berkembang Lewat Sunday Market dan Garage Sale
Baca juga: Mengintip Berbagai Menu Istimewa di Kebon Vintage Cars Cafe & Resto, Dari Nusantara Hingga Western
Hingga akhirnya sertifikat protokol kesehatan CHSE terbit pada awal tahun ini dan langsung diberikan oleh Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali dan Sucofindo (Persero) pada sore hari ini.
"Kita concern terhadap tamu bisa aman dan nyaman selama berada di del Mar Bali untuk itu kita terapkan protokol kesehatan CHSE secara ketat. Setelah melakukan pengajuan sertifikasi bulan lalu kemudian dilakukan audit dan lolos sertifikasi ini semua demi keamanan dan kenyamanan baik tamu maupun karyawan kita," jelas Laetitia.
Bagi pengunjung diwajibkan memakai masker dan sebelum masuk wajib untuk mencuci tangan dengan air mengalir di wastafel yang telah disediakan pihak Cafe del Mar Bali, kemudian dicek suhu tubuhnya menggunakan thermo gun.
Jika ada pengunjung dengan suhu tubuh diatas 37 derajat dipersilahkan untuk ke ruang isolasi terlebih dahulu untuk istirahat selama kurang lebih 10 menit lalu dilakukan cek suhu tubuh kembali.
Pada pengecekan suhu tubuh kedua kali masih diatas normal pengunjung tidak diperkenankan masuk dan disarankan untuk memeriksakan diri ke klinik kesehatan terdekat.
Kapasitas Cafe del Mar Bali pun dikurangi dari sebelumnya dapat menampung sampai 3 ribu orang untuk kini dibatasi hanya 700 orang saja.
Hand sanitizer otomatis pun disediakan dibeberapa titik strategis untuk dapat digunakan pengunjung, untuk karyawan juga diberlakukan protokol sama dengan pengunjung.
Untuk dapat menikmati suasana bergaya Mediterania-Spanyol kini pengunjung cukup merogoh kocek sebesar Rp 150 ribu per orang, yang mana sebelumnya dibanderol Rp 250 ribu berupa voucher dapat ditukar dengan minuman dan makanan.
"Melihat situasi pandemi dengan perekonomian lesu kita berikan mininum spending hanya Rp 150 ribu, dulu sebelum pandemi Rp 250 ribu. Harga minuman dan minuman juga kita berikan harga spesial," papar Laetitia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-cafe-del-mar-bali-bergaya-arsitektur-mediterania-spanyol-beberapa-waktu-lalu.jpg)