Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Awan yang Ditakuti Pilot Berpotensi Terjadi di Langit Bali, Bisa Ganggu Penerbangan

Awan cumulonimbus terbentuk di bagian bawah troposfer yaitu lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan bumi.

Editor: DionDBPutra
tangkap layar tribun video
Awan cumulonimbus seperti gelombang tsunami terekam di langit Kota Makassar, Selasa 1 Januari 2019. Awan jenis ini dapat mengganggu penerbangan sehingga dihindari para pilot. 

TRIBUN-BALI.COM - Beberapa hari ke depan ada potensi pertumbuhan awan cumulonimbus ( Cb) di wilayah Bali dan daerah lainnya di Indonesia. Awan tersebut bisa mengganggu penerbangan.

Ihwal potensi awan Cb tersebut disampaikan Deputi Bidang Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) saat konferensi pers secara virtual Sabtu 23 Januari 2021.

Dunia penerbangan tentu tidak asing dengan awan cumulonimbus. Awan jenis ini dapat memicu terjadinya aneka bencana hidrometeorologi.

Misalnya banjir bandang, badai petir, gelombang tinggi, curah hujan yang tinggi, tornado, puting beliung, dan waterspout.

Awan cumulonimbus terbentuk di bagian bawah troposfer yaitu lapisan atmosfer yang paling dekat dengan permukaan bumi.

Baca juga: Beredar Video Awan Mirip Gelombang Tsunami di Polman, Kejadian Serupa juga Terjadi di Mamuju

Baca juga: Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 Tak Meledak di Udara, Terungkap Data Penerbangan Pesawat Sebelum Jatuh

Akibat penguapan dan efek rumah kaca, wilayah tersebut menghasilkan udara hangat yang memungkinkan terciptanya awan cumulus dan awan cumulonimbus.

Selanjutnnta terjadi turbulensi. Nah turbulensi yang tercipta oleh gesekan antara udara dan permukaan bumi dikombinasikan dengan panas yang tersimpan dari matahari, sehingga membantu mendorong sebagian besar cuaca.

Awan cumulonimbus kerap disebut penyebab utama kecelakaan pesawat di dunia. Itulah sebabnya sering dilukiskan sebagai awan yang ditakuti pilot.

Kejatuhan pesawat Sriwijaya Air JT 182 awal Januari 2021 ini kemungkinan akibat faktor cuaca terkait keberadaan awan cumulonimbus.

Berikut daftar wilayah yang berpotensi tinggi terjadi awan cumulonimbus (Cb)

Awan cumulonimbus dengan persentase cakupan spasial maksimum antara 50-75 persen Occasional (OCLN) diprediksi terjadi di wilayah berikut ini.

1. Aceh

2. Sumatera Utara

3. Sumatera Barat

4. Sumatera Selatan

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved