Ngopi Asyik Bersama Seniman Widi S Martodihardjo di Ubud Gianyar Bali
Serambut Widi Kopi Kertas memang tujuannya untuk menjamu tamunya yang datang ingin menikmati karya-karya lukisnya.
Penulis: Kander Turnip | Editor: Kander Turnip
Pria jebolan FSRD Universitas Pasundan ini memantapkan hati sebagai seniman. Beberapa karyanya juga sudah dipajang pada beberapa acara pameran, baik pameran tunggal maupun pameran bersama.
Pada 2009 mengadakan pameran tunggal yang bertajuk "Reborn" di Ganesha Gallery, Four Season Resort, Jimbaran Bali.
Pada 2010 juga mengadakan pameran tunggal yang bertema "Trnasforma[self]" di Gallery Esp' Art CCF (Pusat Kebudayaan Perancis) Bandung.
Sampai pameran tunggal pada 2017 berjudul tema “The Beat Of Nusantara” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
Widi juga beberapa kali berkolaborasi dalam pameran bersama.
Pameran yang cukup menarik pada 2016 yang bertajuk "In Between: God, Man and Nature", di Bentara Budaya, Jakarta.
Widi melukis dengan alat yang berbeda, yaitu dengan ballpoin.
Kemudian untuk kanvasnya menggunakan kertas coklat pembungkus makanan.
Lukisan Widi seringkali mengangkat tema terkait dengan esensi hubungan antar manusia, manusia dengan alam, manusia dengan Pencipta, serta manusia dengan dirinya sendiri.
Widi menerima amanat sebagai Duta Budaya Lesbumi Kota Depok pada 19 Agustus 2018.
Bulan September 2018, Widi melakukan perjalanan ke Eropa.
Salah satunya bertandang ke Berliner Dom di Berlin dalam perjalanan karyanya.
Berliner Dom atau sering dikenal sebagai Katedral Berlin merupakan nama pendek untuk Gereja Paroki Agung di Berlin, Jerman. Pada Juni 2019 sebagian besar karya Widi akan dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/warung-kopi-widi-s-martodihardjo.jpg)