Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ngopi Asyik Bersama Seniman Widi S Martodihardjo di Ubud Gianyar Bali

Serambut Widi Kopi Kertas memang tujuannya untuk menjamu tamunya yang datang ingin menikmati karya-karya lukisnya.

Penulis: Kander Turnip | Editor: Kander Turnip
Tribun Bali/Kander Turnip
Seniman Widi S Martodihardjo saat melayani pengunjung di warung kopi miliknya Serambut Widi Kopi Kertas di Jalan Markamdya 2 Payogan, Ubud, Gianyar, Bali, Jumat 22 Januari 2021 lalu. 

Ngopi Asyik Bersama Seniman Widi S Martodihardjo di Ubud Gianyar Bali

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Seniman lukis kontemporer Widi S Martodihardjo terbilang nekat membuka usaha warung kopi di gang kecil Jalan Markamdya 2 Payogan, Ubud, Gianyar, Bali, November 2020 lalu.

Namun warung yang diberi nama Serambut Widi Kopi Kertas memang tujuannya bukan semata-mata untuk bisnis, melainkan untuk menjamu tamunya yang datang ingin menikmati karya-karya lukisnya.

"Serambut Widi Kopi Kertas. Art, Kopi, Literasi. Warung ini dibuat dengan konsep untuk menjamu tamu. Siapa saja tamu yang datang harus dijamu. Bukan hanya dibikinkan kopi, tapi diajak ngobrol tentang apa saja yang sangat menarik," ujar pelukis kelahiran Wonosobo, Jawa Tengah, 10 Maret 1975 itu saat ditemui, Jumat 22 Januari  2021.

Menurut Mas Widi, panggilan akrabnya, terkadang tamu diajak siaran langsung ngobrolin tentang diri si tamu dan apa saja minat yang dibicarakan.

Jadi bicara art, kopi, dan literasi. Literasi adalah ilmu pengetahuan, apa saja.

"Mengapa warung ini disebut Serambut Widi Kopi Kertas? Kertas adalah sarana Mas Widi berkarya melalui art paper. Dan kopi adalah sesuatu yang disajikan. Warung ini dibuat untuk menjamu tamu. Menghadirkan kopi yang biasa saja. Dengan cara penyajian kopi yang juga biasa saja. Maksudnya, biji kopi yang digiling dan diproses di depan pemesannya, Diseduh, lalu diproses," beber Mas Widi.

Mas Widi mengaku ingin mengembalikan kopi seperti awal kita mengenal kopi.

Ngopi itu sederhana. Ngopi itu sesuatu yang menyenangkan. Ngopi adalah ngobrolin mimpi.

5 Kafe Hits di Kintamani Bali, Bisa Ngopi Cantik Sembari Menikmati Pesona Gunung Batur

Tips Menjadikan Kebiasaan Minum Kopi Jadi Lebih Sehat dengan 9 Cara Ini

Ngopi adalah sarana untuk kita bisa semakin melekatkan obrolan. Menghangatkan obrolan. Itu konsepsi dari awal.

"Nah karena Mas Widi sejak awal memang seorang seniman, maka di sini menjadi wahana bagi seniman pelukis kontemporer tersebut untuk bercerita, untuk menyampaikan, untuk share tentang art," paparnya.

Bagi Mas Widi art dan kopi menjadi satu kesatuan karena Mas Widi seorang seniman, juga sekaligus penyuka kopi.

Itu kenapa Mas Widi memadukan art dan kopi sebagai satu kesatuan supaya ngobrolnya makin asyik, makin gayeng, supaya apa yang ingin disampaikan benar-benar tersampaikan.

Niat besar dengan tempat ini adalah sebagai wahana untuk mencari art, kopi, dan literasi.

"Kita bisa bicara art. Kita bisa menikmati kopi. Kita bisa membicarakan literasi. Literasi adalah ilmu pengetahuan. Buku adalah salah satu tempat penyimpanan. Kopi bisa menghadirkan ilmu pengetahuan juga," ujarnya.

Dibungkus dengan art untuk cara menyampaikannya.

Art menjadi sesuatu yang sangat menarik ketika dihadirkan dengan obrolan yang hangat bersama kopi.

Untuk itulah Serambut Widi Kopi Kertas di Jalan Markamdya 2 Payogan, Ubud, Gianyar, Bali ini dibuat.

"Warung ini diharapkan memberi manfaat untuk siapapun yang haus akan ilmu, pengetahuan, obrolan yang seru mengasyikkan sambil menikmati kopi yang enak, Tidak istimewa, tapi enak," katanya.

Warung ini hanya ruang kecil yang ada di depan studio sekaligus kediaman Mas Widi.

Warung ini mengambil tempat di jalan gang, dan bukan di ruas jalan yang ramai, supaya siapapun yang datang ke tempat ini merasakan atmosfir yang berbeda.

"Jadi seperti tempat-tempat ngopi pada umumnya, merasakan sesuatu yang intim dengan Mas Widi. Merasakan kedekatan untuk menyaksikan langsung proses karya dan proses kekaryaan," ujar Mas Widi.

Warung ini tidak berada di jalan ramai, tapi dalam gang, tapi tempat ini di-create sehingga tampil cozy.

Jadi tempat yang sangat nyaman untuk menjadi tempat ngobrol dan sharing.

Serambut Widi Kopi Kertas diharapkan menjadi bagian lain atau sisi lain bagaiman orang bisa menikmati kopi.

“Kopi itu masih harus menyisakan rasa pahit. Seperti pahitnya hidup, yang tidak bisa disembunyikan,” ujar Mas Widi, Jumat 22 Januari 2021.

Selain warung Serambut Widi Kopi Kertas, di studio tersebut juga ada warung Dapur Noniku yang dikelola Nonce Yulia Budi Wati, manager Mas Widi.

Di warung Dapur Noniku kita bisa menikmati pempek, tekwan, dan makanan ringan lainnya.

Biodata dan Karya

Widi S Martodiharjo adalah pelukis kelahiran Wonosobo 10 Maret 1975.

Pria jebolan FSRD Universitas Pasundan ini memantapkan hati sebagai seniman. Beberapa karyanya juga sudah dipajang pada beberapa acara pameran, baik pameran tunggal maupun pameran bersama.

Pada 2009 mengadakan pameran tunggal yang bertajuk "Reborn" di Ganesha Gallery, Four Season Resort, Jimbaran Bali.

Pada 2010 juga mengadakan pameran tunggal yang bertema "Trnasforma[self]" di Gallery Esp' Art CCF (Pusat Kebudayaan Perancis) Bandung.

Sampai pameran tunggal pada 2017 berjudul tema “The Beat Of Nusantara” di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Widi juga beberapa kali berkolaborasi dalam pameran bersama.

Pameran yang cukup menarik pada 2016 yang bertajuk "In Between: God, Man and Nature", di Bentara Budaya, Jakarta.

Widi melukis dengan alat yang berbeda, yaitu dengan ballpoin.

Kemudian untuk kanvasnya menggunakan kertas coklat pembungkus makanan.

Lukisan Widi seringkali mengangkat tema terkait dengan esensi hubungan antar manusia, manusia dengan alam, manusia dengan Pencipta, serta manusia dengan dirinya sendiri.

Widi menerima amanat sebagai Duta Budaya Lesbumi Kota Depok pada 19 Agustus 2018.

Bulan September 2018, Widi melakukan perjalanan ke Eropa.

Salah satunya bertandang ke Berliner Dom di Berlin dalam perjalanan karyanya.

Berliner Dom atau sering dikenal sebagai Katedral Berlin merupakan nama pendek untuk Gereja Paroki Agung di Berlin, Jerman. Pada Juni 2019 sebagian besar karya Widi akan dipamerkan di Bentara Budaya Yogyakarta. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved