Breaking News:

Berita Gianyar

Penjualan Gas Melon Menurun Di Gianyar Bali, Agen Resmi Perketat Pendistribusian

"Kami selalu memastikan gas yang kami salurkan tidak salah sasaran. Apalagi menyalahi ketentuan seperti melakukan praktik oplos gas untuk mencari keun

Istimewa
Foto dari Pertamina - Petugas sedang mengecek elpiji.  

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Sejak beberapa bulan ini, penjualan gas elpiji 3 kilogram atau gas melon menurun.

Sementara, stok gas saat ini masih lancar.

Dalam mengantisipasi hal tersebut, agen resmi gas melon pun lebih melakukan pengawasan secara ketat. 

Informasi dihimpun Tribun Bali, Rabu 27 Januari 2021, saat ini harga melon dari pangkalan menyerahkan ke pengecer senilai Rp 16 ribu.

Sementara dari pengecer ke konsumen berkisar antara Rp 18 ribu sampai dengan Rp 20 ribu.

Kisah Viral Pramugari Banting Setir Jadi Penjual Gas Elpiji Setelah di-PHK Karena Pandemi Covid-19

Menjelang Akhir September, Konsumsi BBM dan Elpiji di Bali Meningkat

Pertamina Catat Konsumsi BBM, Elpiji hingga Avtur di Bali Naik

Dari hasil pantauan, saat di wilayah Gianyar saat  terjadi penumpukan elpiji di pangkalan dan pengecer.

Hal itu diduga tak terlepas dari krisis ekonomi yang melanda Bali dampak dari pandemi covid-19.

Meski demikian, distribusi dari agen ke pangkalan cenderung berjalan lancar.

Hanya saja di tingkat pengecer, penjualan sangat kentara mengalami penurunan.

Hal ini pun mengundang sejumlah spekulasi dan dugaan bahwa ada potensi stok elpiji digudangkan atau dimanfaatkan tidak sesuai peruntukannya.

Pemilik PT. Bali Duta Agung Blahbatuh, Jro Murti selaku agen resmi gas elpiji membenarkan saat ini terjadi penurunan penjualan gas melon ke konsumen.

Perusahaan yang mendistribusikan  2.240 tabung per hari tersebut, saat ini memperketat pendistribusiannya.

Yakni setiap pengecer diberikan sesuai kemampuan jualnya.

Polda Bali Amankan Truk yang Diduga Bawa Ratusan Gas Elpiji Oplosan di Padang Bai

Jangan Boros, Berikut 8 Cara Menghemat Gas Elpiji

KSOP Padang Bai Dalami Kasus Temuan Tabung Elpiji di KMP Dharma Rucitra III

Ia selalu memastikan, gas tersebut penjualan kepada masyarakat agar sesuai HET, tepat sasaran dan bukan menyasar kalangan pengusaha hotel, restoran dan sejenisnya. 

"Kami selalu memastikan gas yang kami salurkan tidak salah sasaran. Apalagi menyalahi ketentuan seperti melakukan praktik oplos gas untuk mencari keuntungan yang lebih tinggi. Jika pengawasan kami lemah, ini akan berimplikasi pada pencabutan ijin usaha terhadap pangkalan. Belum lagi aspek pidananya," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Noviana Windri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved