Breaking News:

Berita Denpasar

Perayaan Hari Saraswati Saat Penerapan PPKM, Warga Denpasar Diimbau Tak ke Pantai Saat Banyu Pinaruh

Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Kota Denpasar mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan hari raya Saraswati, Banyupinaruh dan Pagerwesi

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
ilustrasi prosesi Banyu Pinaruh. Perayaan Hari Saraswati Saat Penerapan PPKM, Warga Denpasar Diimbau Tak ke Pantai Saat Banyupinaruh 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Kota Denpasar mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan hari raya Saraswati, Banyupinaruh dan Pagerwesi.

Surat edaran ini merupakan upaya untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 pada klaster upacara adat dan keagamaan.

Surat edaran ini bernomor 25/MDA-DPS/I/2021.

Umat Hindu merayakan Saraswati pada Sabtu Umanis Watugunung, 30 Januari 2021, Banyupinaruh pada Minggu, 31 Januari 2021, serta Pagerwesi pada 3 Februari 2021.

Agar Tidak Berkerumun, PHDI Bali Sarankan Umat Laksanakan Banyupinaruh Pakai Air Kumkuman

Bendesa Madya MMDA Kota Denpasar, AA Ketut Sudiana saat diwawancarai Rabu 27 Januari 2021 mengatakan dikeluarkannya surat edaran ini dikarenakan Denpasar masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Karena Denpasar masih melaksanakan PPKM, dan pandemi Covid-19 belum mereda, maka kami mengeluarkan surat edaran dalam melaksanakan rangkaian upacara adat dan keagamaan tersebut,” kata Sudiana

Ia mengatakan, pada intinya seluruh rangkaian upacara dapat dilaksanakan.

Hanya saja penerapan protokol kesehatan wajib diperketat.

Sehingga mampu menjadi langkah antisipasi adanya penularan Covid-19 akibat klaster upacara adat dan keagamaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved