Breaking News:

Berita Buleleng

Pidsus Kejari Buleleng Periksa Sembilan Saksi Buntut Dugaan Mark-up Dana Explore Buleleng

Dari sembilan saksi itu, empat diantaranya merupakan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dari Dinas Pariwisata Buleleng.

Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Kasi Intel Kejaksaan Negeri Buleleng, AA Jalayantara 

Hal tersebut ia ungkapkan saat menghadiri kegiatan vaksinasi covid-19 di RSUD Buleleng, pada Rabu 27 Januari 2021.

Pria yang akrab disapa PAS ini menyebut, dirinya mengetahui jika ada dana hibah pariwisata yang diberikan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kepada Dinas Pariwisata Buleleng, untuk pemulihan ekonomi pariwisata dampak pandemi Covid.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui jika dana hibah itu dibagi dengan skema 70:30.

Dimana, 70 atau sekitar Rp 7 miliar dibagikan kepada para pengelola hotel dan restoran.

Dan 30 persennya atau sekitar Rp 4 miliar diperuntukan sebagai dana operasional kegiatan pemulihan pariwisata, seperti Bimtek dan Explore Buleleng.

“Saya tahu ada dana hibah pariwisata. Tapi saya tidak tahu ada program Explore Buleleng ini. Saya juga bingung itu program apa.

Saya juga baru tahu kalau ada pembagian 70:30. Dari pihak terkait (Dinas Pariwisata Buleleng,red) tidak ada yang melapor ke saya,” ucapnya.

Namun demikian, PAS menduga hal itu terjadi karena program Explore Buleleng merupakan bagian dari program pemerintah pusat, untuk memulihkan ekonomi pariwisata dari dampak pandemi Covid.

“Mungkin karena Juknis dan uangnya dari pusat, sehingga saya tidak dilaporkan,” terangnya.

Atas adanya dugaan mark-up biaya hotel yang dilakukan oleh seorang oknum dalam program Explore Buleleng ini, PAS mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Kejaksaan Negeri Buleleng untuk melakukan penyelidikan.

Halaman
1234
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved