Berita Buleleng
Gelombang Tinggi Terjang Pesisir Seririt Singaraja, Gudang Nelayan Roboh, Nelayan Takut Melaut
Gelombang pasang hingga setinggi 1.5 meter menerjang kawasan pesisir Kecamatan Seririt, Singaraja, Bali sejak Kamis malam, hingga Jumat 29 Januari
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
TRIBUN-BALI.COM, BULELENG - Gelombang pasang hingga setinggi 1.5 meter menerjang kawasan pesisir Kecamatan Seririt, Singaraja, Bali sejak Kamis malam, hingga Jumat 29 Januari 2021.
Hal ini lantas menimbulkan sejumlah kerusakan, dengan total kerugian kurang lebih mencapai Rp5 juta.
Dari pantauan di Banjar Dinas Tegal Sari, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, gelombang pasang itu menerjang dan merobohkan sebuah gudang milik lima orang nelayan di banjar dinas setempat.
• Busairi Ditemukan Tewas di Kedalaman 15 Meter, Tercebur ke Laut Saat Mengangkut Semen di Buleleng
• Terjatuh di Dermaga Pelabuhan Celukan Bawang Buleleng Bali, Tim SAR Temukan Sairi Meninggal
• Pidsus Kejari Buleleng Periksa Sembilan Saksi Buntut Dugaan Mark-up Dana Explore Buleleng
Gudang berukuran kurang lebih 5x4 meter yang dibangun tepat di pinggir pantai itu sejatinya digunakan oleh nelayan untuk menyimpan mesin perahunya.
Beruntung saat bagunan itu roboh, mesin-mesin perahu itu tidak hanyut terbawa arus, dan berhasil diselamatkan.
Salah seorang nelayan di banjar dinas setempat, bernama Ngurah Anom (58) mengatakan, gelombang tinggi ini mulai terjadi sejak Kamis 28 Januari 2021 malam, sekira pukul 21.00 wita.
Para nelayan yang sudah terbiasa dengan fenomena tahunan ini pun langsung mengamankan perahunya masing-masing, dengan menariknya kedataran yang lebih tinggi.
• Tak Dapat Laporan, Bupati Suradnyana Sebut Tidak Tahu Ada Program Explore Buleleng
• Sedang Liburan, Satu Keluarga Asal Jakarta Terlibat Kecelakaan Beruntun di Shortcut 5-6 Buleleng
"Kalau sudah memasuki sasih kaulu, ombak pasti tinggi. Kami pun sudah persiapan, narik perahu ke tempat yang lebih tinggi biar tidak hancur diterjang ombak. Mesin-mesin perahu disimpan di dalam gudang. Tapi ternyata gudangnya roboh diterjang ombak," ucapnya.
Robohnya gudang tersebut kata Anom, baru diketahui oleh pihaknya pada Jumat pagi, sekitar pukul 07.00 wita.
Mesin-mesin perahu itu ditemukan dalam kondisi berserakan di bibir pantai.
"Tidak ada yang hilang. Semua masih bisa diselamatkan," katanya.
Anom memperkirakan gelombang pasang ini akan terjadi hingga Februari mendatang.
Demi keselamatan, ia pun mengaku tidak akan melaut sementara waktu.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia pun terpaksa meminjam dana di BumDes desa setempat.
"Makan seadanya saja untuk sementara waktu ini. Minjam uang di BumDes dengan bunga yang ringan. Dari pada melaut, risikonya tinggi," ujarnya.
Selain merobohkan gudang penyimpanan mesin perahu, gelombang pasang ini juga merusak jalan paving yang dibangun di pinggir pantai Banjar Dinas/Desa Kalisada, Kecamatan Seririt.
Kerusakan terjadi di empat titik, dengam total kerugian mencapai Rp30 juta.
Atas musibah ini, Camat Seririt Nyoman Agus Tri Kartika Yuda berharap kepada warga yang tinggal di pesisir pantai agar selalu waspada.
Jika gelombang kian tinggi, warga diminta untuk segera mengungsi ke rumah kerabat yang berada di zona lebih aman.
Sementara Kepala Pelaksana BPBD Buleleng Ida Bagus Suadnyana mengatakan, gelombang pasang ini rata terjadi di wilayah pesisir Buleleng.
Namun kerusakan sejauh ini baru dilaporkan terjadi di Kecamatan Seririt. Pihaknya pun kata Suadnyana telah terjun ke TKP untuk melihat dan menghitung kerusakan yang terjadi, untuk selanjutnya diusulkan ke BPBD Bali agar mendapatkan bantuan perbaikan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gudang-nelayan-di-banjar-dinas-tegal-sari-desa-tangguwisia-buleleng-roboh.jpg)