Berita Buleleng
Busairi Ditemukan Tewas di Kedalaman 15 Meter, Tercebur ke Laut Saat Mengangkut Semen di Buleleng
Warga asal Banjar Dinas/Desa Celukan Bawang ini terjatuh dari atas kapal yang bersandar di dermaga II Pelabuhan Celukan Bawang
Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Nasib apes dialami Ahmad Busairi (60).
Warga asal Banjar Dinas/Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali ini terjatuh dari atas kapal yang bersandar di dermaga II Pelabuhan Celukan Bawang, hingga akhirnya tewas tenggelam.
Kepala Basarnas Buleleng, Dudi Librana mengatakan, korban mulanya bekerja bersama rekan-rekannya, memindahkan semen dari atas kapal KM Shoryu 79 ke sebuah truk.
Apesnya, semen yang diangkat korban miring ke kanan, hingga akhirnya korban tercebur ke laut.
• Setelah di Jambi, Buaya Kembali Memangsa Manusia di Belitung Timur, Dandi Sempat Timbul Tenggelam
• Disapu Gelombang Tinggi Di Pantai Pasut Tabanan Bali, Dua Nelayan Hampir Tenggelam
• Masih Dilanda Duka,Bupati Artha Kunjungi Ibu dari Kakak Beradik yang Tenggelam di Sungai Yeh Mekecir
Teman korban yang mengetahui kejadian ini sempat terjun ke laut dan berusaha menolong korban.
Namun karena gelombang pasang, korban pun menghilang dan sulit ditemukan.
Hingga akhirnya kasus tersebut dilaporkan ke Basarnas Buleleng, dan Polsek Kawasan Pelabuhan Celukan Bawang.
Pasca menerima laporan itu, dua orang anggota Basarnas serta lima orang warga diterjunkan untuk mencari korban dengan teknik menyelam.
Setelah melakukan pencarian hingga selama dua jam, korban akhirnya berhasil ditemukan di kedalaman 15 meter, dengan kondisi telah meninggal dunia.
"Korban kami temukan tertelungkup di dasar air. Posisinya tepat di bawah dermaga. Saat melakukan pencarian kami memang sempat terkendala karena gelombang pasang, dan airnya keruh. Jenazah korban sekarang sudah disemayamkan di rumah duka," jelasnya.
Dua Nelayan Tenggelam di Perairan Gerokgak Buleleng, Satu Meninggal, Satu Hilang
Dua nelayan di Buleleng tenggelam saat mencari ikan di perairan Kecamatan Gerokgak, Buleleng.
Akibat kejadian ini, satu orang nelayan dinyatakan menghilang, sementara satu nelayan lainnya berhasil ditemukan namun dalam kondisi telah meninggal dunia.
Kasus pertama terjadi di wilayah perairan Desa Pemuteran.
Seorang nelayan bernama Kadek Astawan (30) asal Banjar Dinas Loka Segara, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, hilang saat mencari ikan dengan teknik menembak di kedalaman 17 meter, perairan Desa Pemuteran.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/basarnas-buleleng-saat-mengevakuasi-jenazah-busairi.jpg)