Hari Raya Soma Ribek, Pemujaan untuk Sang Hyang Sri Amerta, Ada Keyakinan Tak Boleh Tidur Siang
Hari Raya Soma Ribek, Pemujaan untuk Sang Hyang Sri Amerta, Ada Keyakinan Tak Boleh Tidur Siang
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Senin 1 Februari 2021 merupakan Soma (Senin) Pon wuku Sinta.
Saat ini umat Hindu khususnya di Bali melaksanakan hari raya yang disebut Soma Ribek.
Setelah hari Sabtu kemarin, Saniscara (Sabtu) Kliwon Wuku Watugunung merayakan Hari Raya Saraswati dan juga Banyu Pinaruh pada hari Minggu Umanis, maka hari ini masyarakat merayakan Hari Raya Soma Ribek.
Dalam lontar Sundarigama yang merupakan lontar yang digunakan sebagai tuntunan dalam melaksanakan upacara yadnya di Bali disebutkan:
Wuku Sinta, Soma Pon, ngaran Soma Ribek, mangereti ring Sang Hyang Tri Murti ungguan ring lumbung, paryangan, widi-widana, nyanyah geringsing.
Berdasarkan terjemahan Lontar Sundarigama yang diterbitkan oleh Parisada Hindu Dharma Kabupaten Tabanan tahun 1976, artinya:
Soma Pon Sinta disebut juga Soma Ribek, hari pujawali Sang Hyang Sri Amerta, tempat bersemayamannya adalah di Lumbung.
• Warga yang Hendak Melukat di Pantai Padanggalak Putar Balik, Pecalang Berjaga Sejak Pukul 03.00 Wita
• Lahir Saraswati, Teliti dan Gemar Semadi, Nasibnya?
• Kelahiran Hari Ini Minggu 31 Januari Redite Paing Sinta, Berjiwa Pemimpin & Memiliki Sifat Religius
Pada hari ini diadakan upacara untuk selamatan atau penghormatan terhadap beras di pulu dan padi di lumbung yang sekaligus mengadakan pemujaan terhadap Dewi Sri sebagai tanda bersyukur serta semoga tetap memberi kesuburan.
Adapun sarana upakaranya yaitu nyahnyah geti-geti, raka pisang mas, disertai dengan bunga serba harum.
Lebih lanjut dalam lontar tersebut dikatakan:
ikang wang tan wenang anumbuk pari, angadol beras, katemah dening Bhatara Sri.
Pakenania wenang ngastuti Sang Hyang Tri Pramana. Angisep sari tatwa adnyana, aja aturu ring rahinane.
Artinya pada saat Soma Ribek, orang-orang tak diperkenankan menumbuk padi, demikian juga menjual beras, karena jika dilanggar, maka akan dikutuk oleh Bhatari Sri.
Selain itu pada hari ini juga tidak diperkenankan untuk tidur siang hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-umat-hindu-sembahyang.jpg)