Berita Denpasar
Warga yang Hendak Melukat di Pantai Padanggalak Putar Balik, Pecalang Berjaga Sejak Pukul 03.00 Wita
Warga yang Hendak Melukat di Pantai Padanggalak Putar Balik, Pecalang Berjaga Sejak Pukul 03.00 Wita
Penulis: Putu Supartika | Editor: Widyartha Suryawan
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Minggu Paing Sinta, 31 Januari 2021 merupakan perayaan Banyupinaruh.
Banyupinaruh digelar sehari setelah Hari Raya Saraswati.
Pelaksanaan Banyupinaruh kali ini berbeda dengan setahun lalu dan sama dengan enam bulan lalu.
Masyarakat khususnya di Denpasar diimbau untuk tidak melukat ke pantai.
Petugas dari desa adat pun melakukan penjagaan di pintu masuk ke pantai, termasuk Pantai Padanggalak.
Pecalang dari Desa Adat Kesiman beserta Linmas melakukan penjagaan di pintu masuk pantai.
Mereka menghalau setiap warga yang akan ke pantai untuk melukat.
Satu-persatu kendaraan yang akan ke pantai diminta putar balik.
Salah seorang Pecalang, Made Astawa mengatakan penjagaan ini dilakukan mulai pukul 03.00 Wita.
"Untuk penjagaan dilakukan 4 shift khusus hari ini," kata Astawa.
• Pendaftar Stimulus Produktif Tahap II Membeludak, Disparda Denpasar Tutup Pendaftaran Lebih Awal
Astawa mengatakan, untuk satu shift bertugas sebanyak 10 pecalang maupun Linmas.
"Ini penjagaannya sampai sore, karena orang melukat kan biasanya sampai sore. Pantai ditutup satu hari ini," katanya.
Ia mengatakan, penutupan ini dilakukan untuk menghindari kerumunan yang dapat memicu penyebaran Covid-19.
Penjagaan di pintu masuk pantai ini juga sesuai dengan surat edaran dari Majelis Madya Desa Adat (MMDA) Kota Denpasar.
• Ini Pelaku Jambret di Denpasar Bali, Beraksi di Tujuh TKP dan Sempat Viral di Medsos