Serba serbi
Nunas Tamba hingga Kawisesan di Pura Melanting Jambe Pole
Kisah unik dan menarik dari Pura Melanting Jambe Pole, adalah kerap didatangi pamedek yang ingin nunas tamba untuk kesembuhan.
Penulis: AA Seri Kusniarti | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Ia menyebutkan banyak yang sudah menerapkan hal tersebut di pura.
“Untuk meminta kawisesan sendiri, tergantung apa yang dipelajari. Bisa memohon anugerah apa yang dipelajari dari palinggih Ratu Ayu Manik Mas Maketel,” sebutnya.
Untuk tamba, biasanya pamedek membawa bungkak nyuh gadang sebagai media.
Kemudian minta di taksu di linggih Ida Bhatara Ratu Gede.
“Lalu tunas di Ida Ratu Ayu Manik Mas Maketel dan itu dikasi pasiennya. Kalau memang sakit niskala maupun sekala, biasanya 3 kali datang ada ciri-ciri kesembuhan,” katanya.
Lalu setelah itu melukat di panglukatan Sang Hyang Ganapati.
Prosesi malukat ini, sebelum masuk ke dalam pura maka pamedek malukat terlebih dulu. Setelah itu ada tempat ganti baju, dan baru ke ajeng palinggih.
Baik untuk yang sudah sembuh atau melukat ipian ala (mimpi buruk), cuntaka dan lain sebagainya. Panglukatannya mata air yang ada di sini. Berupa air biasa tawar tidak payau.
Walau belum ada pangempon pura, namun pamedek yang datang tidak perlu khawatir.
Sebab biasanya ada saja yang berjaga di sana, khusus menjaga areal pura.
“Ada Wayan suwirta, dan rekannya biasanya dari jam 8 pagi sampai sore, pulang sebentar, lalu ke sini lagi malamnya. Kalau rerainan bisa sampai jam 3 pagi dan langsung makemit,” jelasnya.
Pengurus ini untuk menjaga, kesucian dan kesakralannya pura. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/pura-melanting-jambe-pole.jpg)